Beranda News Kabar Desa Cerita tentang Posdaya di Teluk Kiluan

Cerita tentang Posdaya di Teluk Kiluan

435
BERBAGI
Posdaya: Mahasiswa Unila di tengah warga Pekon Teluk Kiluan 
Posdaya: Mahasiswa Unila di tengah warga Pekon Teluk Kiluan 

Oleh Rosim Nyerupa*

Teluk Kiluan, Pekon Kiluan Negeri, merupakan salah satu kampung di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus yang belum genap berusia delapan tahun. Sebelum berdiri sendiri sebagai sebuah pekon (desa), pekon ini merupakan salah satu dusun Pekon Kelumbayan Negeri namun pada tahun 2007 mekar sendiri.

Secara geografis, Pekon Kiluan Negeri merupakan kawasan pantai di Teluk Kiluan yang berada di ujung barat Kabupaten Tanggamus. Di tengah masyarakat yang multikultural mampu membuat pekon ini berkembang dengan mudah. Satu sama lain saling menghargai akan perbedaan. Kesadaran masyarakat bahwa pekon ini memiliki pesona alam alami dapat dikatakan surga yang terpendam di Lampung mengharuskan untuk mereka mengelola segala potensi yang ada di kawasan Teluk Kiluan.

Di samping itu, semakin meluasnya infomasi pariwisata Teluk Kiluan yang menyebar mampu mengundang pengunjung dari berbagai daerah baik lampung sendiri maupun luar
lampung sehingga masyarakat setempat mulai lupa akan semangat bergotong royong.
Dengan demikian, semangat untuk bergotong royong mulai kendur. Hal ini yang diutarakan kepala Pekon Kiluan sendiri kepada para mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertugas dipekon kawasan Teluk Kiluan ini.

Menyaksikan sendiri semangat warga Teluk Kiluan membangun daerahnya, sebanyak 10 mahasiswa Universitas Lampung yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa yang eksotis itu kemudian mendirikan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Posdaya tersebut diharapkan membantu masyarakat untuk menyegarkan modal sosial, seperti hidup bergotong-royong dalam masyarakat guna membantu pemberdayaan keluarga secara terpadu dan membangun keluarga bahagia dan sejahtera terlebih kawasan kilaun negeri ini merupakan salah satu surga Lampung yang terpendam.

Warga Pekon Teluk Kiluan mendengarkan papasan mahasiswa KKN Unila tentang Posdaya
Warga Pekon Teluk Kiluan mendengarkan papasan mahasiswa KKN Unila tentang Posdaya.

 

Posdaya yang dibentuk para mahasiswa itu mengangkat tema “Pariwisata dan Pendidikan”. Tema tersebut sangat sinkron dengan kondisi daerah Teluk Kiluan. Posdaya tersebut nantinya diharapkan terus berkembang sehingga bisa menunjang pengembangan Teluk Kiluan yang memang belum di kelola dengan baik. Teluk
Kiluan membutuhkan campur tangan banyak pihak, terutama pemerintah, agar berkembang menjadi kawasan pariwisata yang layak.

Secara umum, generasi muda di daerah ini hanya dapat mengenyam pendidikan hingga bangku SMP saja. Ini mengingat jenjang pendidikan bangku SMA tidak ada dan akses menuju SMA di luar Teluk Kiluan sangatlah jauh.

Tentu saja, hal ini akan berpengaruh terhadap penguasaan teori masyarakat setempat dalam upaya pengembangan daerah wisata yang lebih baik dan kemungkinan besar kesadaran masyarakat dalam upaya pemberdayaan kawasan wisata sangatlah minim sehingga memungkinkan orang luar dapat meraih keuntungan lebih besar dari pengelolaan kawasan ini.

Kenapa Harus Posdaya?

Posdaya adalah sebuah gerakan masyarakat dengan ciri khas “bottom up program”, yang mengusung Kemandirian Keluarga, dan Pemanfaatan Sumberdaya serta Potensi Lokal sebagai cikal bakal sumber segala solusi. Melalui penguatan fungsi keluarga secara terpadu untuk mewujudkan Posdaya dikembangkan sebagai salah satu sarana meningkatkan kualitas hidup masyarakat, setidaknya mampu menjadi solusi bagi masyarakat baik persoalan pengembangan pariwisata maupun persoalan pendidikan bagi anak-anak bangsa sendiri dan para orang tua diteluk kiluan ini.

Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) merupakan suatu forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, informasi, edukasi dan sekaligus dapat dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi kekeluargaan secara terpadu.

Penguatan fungsi-fungsi utama tersebut diharapkan mampu mendorong setiap keluarga agar mampu membenahi dirinya menuju keluarga yang sejahtera, keluarga yang mandiri tidak bergantungan kepada pemerintah dan peran anggota kelurga sehingga dapat menjadi keluarga yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan masa depan bangsa secara berkesinambungan.

Mahasiswa KKN Unila bersama warga Teluk Kiluan di sekretariat Posdaya Pekon Teluk Kiluan

Dapat dikatakan bahwa Posdaya merupakan wahana pemberdayaan delapan fungsi keluarga secara terpadu, utamanya fungsi agama atau Ketuhanan Yang Maha Esa, fungsi budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi dan kesehatan, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi atau wirausaha, dan fungsi lingkungan.

Tujuan pembentukan posdaya adalah untuk menyegarkan modal sosial, seperti hidup bergotong-royong dalam masyarakat guna membantu pemberdayaan keluarga secara terpadu dan membangun keluarga bahagia dan sejahtera. Selain itu, posdaya juga ikut memelihara lembaga sosial kemasyarakatan yang terkecil, yaitu keluarga, agar dapat menjadi perekat sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan memiliki dinamika yang tinggi. Bahkan program posdaya itu diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada setiap keluarga untuk memberi atau menerima pembaharuan yang dapat dipergunakan dalam proses pembangunan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Posdaya merupakan gagasan baru guna menyambut anjuran pemerintah untuk membangun sumberdaya manusia melalui partisipasi keluarga secara aktif. Proses pemberdayaan itu yang menjadi fokus utama ialah pada peningkatan kemampuan keluarga untuk bekerja keras mengentaskan kebodohan, kemalasan dan kemiskinan dalam arti yang luas. Sasaran kegiatan yang dituju adalah terselenggarakannya upaya bersama agar setiap keluarga mempunyai kemampuan melaksanakan delapan fungsi keluarga.

Dalam rangka pelaksanaan Millenium Development Goals (MDGs), pengembangan fungsi keluarga tersebut diarahkan kepada lima prioritas sasaran utama, yaitu (1) komitmen pada pimpinan dan sesepuh tingkat desa dan pedukuhan, kecamatan dan kabupaten, (2) pengembangan fungsi keagamaan, fungsi KB dan kesehatan, (3) fungsi pendidikan, (4) fungsi kewirausahaan dan (5) fungsi lingkungan hidup yang memberi makna terhadap kehidupan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

*Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fisip Unila 2012, sedang KKN di Pekon Teluk Kiluan

Loading...