Beranda Views Sepak Pojok Cintai Perbedaan, Tebarkan Kasih

Cintai Perbedaan, Tebarkan Kasih

197
BERBAGI
(Mengutip tulisan seorang berinitial ARD)

OLEH: HANDRAWAN NADESUL
Manusia itu seberapapun berbedanya, 99,99% DNA nya sama. Program yang menguasai mekanisme tubuh seluruh manusia menunjukkan dengan jelas bahwa semua manusia adalah saudara. Perbedaan warna kulit, rambut, mata, dsb hanyalah perbedaan puluhan gen dari 22.000 jenis gen di 3,2 milyar pasangan DNA.

Dalam sejarah manusia, ketika persaudaraan diutamakan, maka kejayaan lah hasilnya. Kebudayaan dan intelegensia manusia adalah akumulasi dari persaudaraan dari fragmen ilmu-ilmu yang dipunyai manusia.
Di zaman kejayaan Islam, Dinasti Abbasiyah Baghdad yang Mu’tazilah belajar dari Cina dan India dan menerjemahkan karya-karya filosof Eropa. Di dinasti Murabitun Eropa mereka pun sangat toleran terhadap Yahudi dan melahirkan filosof Yahudi masyhur Maimonides. Di dinasti Moghul, Kaisar Akbar penguasa India membentuk majlis ulama segala agama dan memperlakukan semua agama dengan sangat hormat.
Jauh lebih hebat dari Christophorus Columbus dan Vasco Da Gama, ada panglima Cheng Ho yang muslim telah menjelajahi dunia. Seorang Cina Muslim, yang diperintahkan oleh Kaisar Yongle , penganut Konfusius untuk menjelajahi Asia , Timur Tengah, sampai Afrika. Kaisar Yongle juga memerintahkan untuk membangun beberapa masjid untuk umat Muslim Hui di Cina. Bahkan efek atas prakarsa Panglima Cheng Ho atau Haji Ahmad Syamsuddin ini akhirnya Raja Majapahit beristrikan wanita Cina yang melahirkan Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak yang paling berjasa menyebarkan Islam di Indonesia.
Dan jangan lupa, Indonesia didirikan atas dasar pluralisme yang sangat kental. Jauh sebelum Sukarno, yang pertama-tama memperjuangkan Indonesia adalah Tan Malaka, tokoh Sarekat Islam yang juga seorang komunis tulen yang dijadikan inspirasi Sukarno.
Dunia ini penuh interkoneksi antar manusia dari berbagai suku, ras, ideologi, bangsa, dan agama. Semua bersaudara dan semua harus bersatu, karena permasalahan global dan nasional tidak akan terselesaikan kalau kita membesar-besarkan kebencian dan tercerai berai.
Akhir kata, bagi sebagian kita, ini hari kekalahan karena mereka menebarkan kebencian dan menolak kasih, tapi bagi sebagian besar kita , hari ini ini adalah hari kemenangan. Merayakan kemenangan atas perbedaan, menebarkan kasih kepada semua yang berbeda.
(Saya sekeluarga menitipkan Salam dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H bagi semua teman sahabat kerabat handai taulan)
Salam sehat juga,
Loading...