Citra Satelit Australia Sebut Erupsi Gunung Anak Krakatau Hingga 15 Km

  • Bagikan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung berlangsung hingga Sabtu pagi, 11 April 2020, berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Foto/Facebook/BNPB

TERASLAMPUNG.COM — Letusan Gunung Anak Krakatau pada Jumat malam, 10 April 2020, melontarkan debu dan asap SO2 hingga setinggi 15 kilometer. Seperti yang dilaporkan di laman Volcanodiscovery berbasis citra satelit yang diolah VAAC Darwin–satu dari sembilan Volcanic Ash Advisory Centres di dunia, kolom debu dan asap itu bergerak ke arah barat laut.

Letusan itu terpantau satelit dan dua kamera web di darat (di pulau gunung api itu dan di pantai berjarak 40 kilometer dari gunung). Mereka mendeteksi hot spot peningkatan suhu dari aktivitas magma yang terjadi serta pijaran lava yang kuat dari kawah gunung itu.

Letusan yang terjadi diperhitungkan lebih kuat daripada pada 22 Desember 2018. Saat itu erupsi Gunung Anak Krakatau diikuti runtuhnya sebagian material ke laut lalu memicu tsunami yang menelan korban ratusan jiwa.

Beberapa letusan juga terjadi di antara keduanya. Di antaranya adalah pada 25 Maret 2020. Saat itu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan beberapa letusan kecil yang ditandai dengan kolom debu dan asap mencapai 914 meter. Letusan juga terdeteksi lewat enam kali gempa dan satu tremor vulkanik.

Untuk kejadian letusan terbaru, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api di PVMBG, Hendra Gunawan, kembali menegaskan tipe erupsi Gunung Anak Krakatau. Dia menerangkan, erupsi gunung yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, itu hanya mengeluarkan semburan, bukan letusa eksplosif.

“Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran juga hanya suara desis saja,” ujar Hendra, dilansir ANTARA, Sabtu 11 April 2020.

Hendra menjawab ramainya pembahasan di media sosial perihal suara dentuman yang diduga berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau yang terdengar hingga wilayah sekitaran Jakarta. Hingga Sabtu pagi, tagar dentuman dicuitkan ribuan kali oleh warganet dan menduduki trending Indonesia nomor dua di twitter.

Berdasarkan laporan PVMB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 10 April 2020 pukul 22.35 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 657 meter di atas permukaan laut.

Tempo

  • Bagikan