Beranda Hukum Kriminal Coba Kabur dan Melawan, DPO Curat Roboh Diterjang Peluru Panas Polisi

Coba Kabur dan Melawan, DPO Curat Roboh Diterjang Peluru Panas Polisi

132
BERBAGI
DPO curat, HE (22) dilumpuhkan petugas Unit Reskrim Polsek Menggala karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap,

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TULANGBAWANG — Petugas Unit Reskrim Polsek Menggala, Tulangbawang melumpuhkan DPO curat, HE (22) dengan tembakan di kaki lantaran berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap. Polisi menangkap tersangka, di tempat persembunyiannya di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulangbawang, Kamis dini hari (11/1/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

“Tersangka HE merupakan DPO curat. Petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tembakan dikaki, karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap di tempat kosnya di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Banjar Agung,”ujar Kapolsek Menggala, AKP I Nyoman Cenik mewakili Kapolres Tulangbawang, AKBP Raswanto Hadiwibowo, Kamis (11/1/2018).

Dari penangkapan tersangka, kata I Nyoman Cenik, petugas menyita barang bukti berupa satu unit ponsel merk Samsung Galaxy J7 Pro warna hitam, satu unit ponsel Nokia, Lima buah kartu ATM, buku tabungan, satu buah dompet dan tas, STNK sepeda motor Honda Beat BE 4872 SW serta barang bukti lainnya.

I Nyoman Cenik mengungkapkan, tersangka HE, warga Jalan 4 Kibang, Desa Menggala Tengah, Kecamatan Menggala tersebut, melakukan aksi pencurian di rumah kontrakan korban Paidi (38) di Jalan 2 Kibang, Desa Menggala Tengah, Kecamatan Menggala sekitar dua bulan lalu yakni pada 23 November 2017.

Dari rumah korban, lanjut I Nyoman Cenik, tersangka menggasak tiga unit ponsel merk Samsung Galaxy J7 Pro, Blackberry dan Nokia. Lalu dua buah buku tabungan bank Mandiri dan bank Lampung, kartu ATM, SIM C, STNK motor Honda Beat BE 4872 SW serta uang tunai Rp 2 juta.

“Guna proses penyelidikan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti saat ini diamankan di Mapolsek Menggala. Tersangka dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHP tentang pencurian dan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun,”terangnya.