Coba Kabur saat akan Ditangkap, Bandar Narkoba Ditembak Polisi

  • Bagikan
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono didampingi Kasat Narkoba Kompol Mantoni Tihang (kana) dan Kasubag Humas AKP Titin Maezunah Sunarto saat tunjukkan barang nukti 345 butir ekstasi yang disita dari bandar narkoba tersangka Babe, Selasa (4/1/2017). -- ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Fatulloh alias Babe (39), tersangka kasus narkoba yang berprofesi sebagai bandar narkoba, dilumpuhkan kakinya dengan timah panas oleh petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap di rumahnya di Jalan Ikan Kiter, Kelurahan Kangkung, Bumiwaras, pada Senin (2/1/2017) sore lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

“Petugas mengambil tindakan tegas, tersangka dilumpuhkan dengan tembakan di kaki,” kata Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono, Rabu (4/1/2016).

petugas menyita barang bukti narkoba jenis ekstasi sebanyak 345 butir pil ekstasi. Barang haram tersebut, ditemukan petugas di atas meja tamu di dalam rumahnya.

Menurut Kombes Murbani Budi Pitono, tersangka Fatulloh mendapatkan 345 butir pil ekstai dari salah seorang bandar besarnya berinisial SFN yang saat ini masih dalam pencarian petugas.

“Kami masih mengembangkan kasusnya, mencari tahu siapa SFN pemasok ekstasi tersebut. Informasi dari tersangka, bahwa SFN tinggal di daerah Jakarta,”kata Murbani, Rabu (4/1/2017).

Dikatakannya, bandar narkoba berinisial SFN ini, mengirimkan 345 butir ekstasi tersebut kepada tersangka Babe melalui seorang kurir. Sebelum ekstasi tersebut dibawa kurirnya, SFN menghubungi Babe melalui ponselnya dan meminta Babe untuk mengambil ekstasi di Stadion Pahoman.

“Tersangka Babe datang ke Stadion Pahoman, lalu mengambil 345 butir pil ekstasi yang sudah ditaruh di bawah pohon palem,”ungkapnya.

Rencananya, kata Murbani, 345 butir ekstasi itu, akan dijual tersangka Babe kepada para konsumennya di wilayah Bandarlampung. Beruntung barang haram tersebut belum sempat terjual, petugas berhasil menangkap Babe di rumahnya di Jalan Ikan Kiter, Kelurahan Kangkung.

“Penangkapan tersangka Babe, sudah menjadi target operasi (TO) kami selama ini. Tersangka babe bukan kali pertama terlibat kasus narkoba dan berurusan dengan polisi,”ujarnya.

Menurutnya, tersangka Babe adalah residivis kasus narkoba, tersangka belum lama keluar menghirup udara bebas dari penjara pada 2015 lalu. Saat itu, Babe menjalani hukuman pidana penjara empat tahun.

“Sebelumnya, Babe juga pernah menjalani hukuman pidana penjara selama 14 bulan. Jadi tersangka Babe, untuk ketiga kalinya harus mendekam di penjara,”terangnya.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat tersangka Babe dengan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman, paling singkat lima tahun penjara dan maksimal pidana mati.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page