Costa masih Mandul, Spanyol Tersungkur

  • Bagikan
Slovakia cetak sejarah kalahkan Spanyol

oleh Alexander GB
Saat ini semua orang mengetahui bahwa Diego Costa adalah striker tertajam di Liga Inggris . Tapi  di Timnas ia masih belum berhasil membuka keran-keran golnya. Akibatnya pada laga ke dua Kualifikasi Piala Eropa, Spanyol tersungkur melawan Slovakia untuik pertama kalinya dalam sejarah mereka. Striker naturalisai tersebut tak bertaji di Stadion Pod Dubnom, Zilina.

Sebelumnya, ke dua tim meraih kemenangan pada laga perdana grup. Slowakia mencuri kemenangan 1-0 di markas Ukraina, sedangkan Spanyol sukses menumpas Macedonia. Belarusia dan Luksemburg melengkapi komposisi enam tim dalam Grup C.

Peluang gol pertama dalam pertandingan didapat tuan rumah. Pada menit ke-11, umpan silang Peter Pekarik dari sayap kanan disambut Robert Mak dengan tendangan voli. Beruntung kapten Iker Casillas dengan gerakan refleksnya menangkis bola.

Publik tuan rumah akhirnya bersorak gembira ketika tendangan deras Juraj Kucka mengoyak jala gawang Spanyol. Arah bola mengecoh Casillas. Penampilannnya kini jadi sorotan utama. Gol Slovakia adalah satu bukti era keemasnanya sudah berlalu.

Spanyol bertumpu pada duet Chelsea, Cesc Fabregas dan Diego Costa, dalam membuka celah pertahanan Slowakia. Namun, tuan rumah bermain disiplin berkat komando sang kapten, Martin Skrtel. Costa sempat terjatuh di dalam kotak penalti, tetapi wasit Bjorn Kuipers tak mengindahkannya.

Kapten Andres Iniesta mencoba peruntungan dengan melepaskan tembakan dari sudut sempit, tapi Matus Kozacik dengan sigap mementahkannya untuk menjadi tendangan penjuru. Perlahan pula Costa seperti menghilang dari atas lapangan. Tak tampak kontribusi berarti bagi striker yang sudah mengemas sembilan gol dalam tujuh laga Liga Primer Inggris itu. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Tak mau kehilangan poin, para pemain Spanyol terus mencengkeram pertahanan tuan rumah. Dalam sepuluh
menit pertama babak kedua pasukan Vicente Del Bosque itu berulang kali menggebrak. Peluang terbaik didapat Fabregas saat menyambut umpan tarik David Silva. Gerakan refleks Kozacik menyelamatkan gawang Slowakia dari kebobolan. Begitu juga dengan peluang Costa beberapa saat kemudian. Kembali Kozacik menepis bola untuk mementahkan ancaman Spanyol. Slowakia praktis terkurung di wilayah pertahanan sendiri.

Slowakia memilih menarik mundur dua pemain bernaluri menyerang mereka, yaitu Mak dan Vladimir Weiss. Miroslav Stoch dan Michal Duris dimasukkan guna menguji ketahanan Spanyol yang terus menyerang lewat sayap. Sementara, Del Bosque melakukan dua pergantian pula, yaitu Pedro Rodriguez untuk Raul Albiol serta Paco Alcacer untuk David Silva.

Taktik pergantian pemain Spanyol mulai menampakkan hasil. Pergerakan Costa senantiasa diawasi Skrtel, tapi ini pula yang membuat gol balasan tiba pada menit ke-82. Tidak ada yang mengawal Alcacer sehingga striker muda Valencia itu sukses memanfaatkan umpan Jordi Alba menjadi gol.

Kebobolan malah memotivasi Slowakia untuk bermain lebih menyerang. Memanfaatkan sektor full-back Spanyol yang kerap naik, Stoch mengembalikan keunggulan tuan rumah pada menit ke-87. Umpan silang diberikan Duris ke tiang jauh tanpa pengawalan dari Juanfran maupun Jordi Alba.

Kartu kuning yang diberikan akibat Stoch berselebrasi melepas kaus terasa setimpal dengan keberhasilan Slowakia mempertahankan keunggulan. Empat menit tambahan waktu berjalan, tapi Spanyol gagal mencari gol penyeimbang. Skor 2-1 terpampang di papan stadion saat peluit panjang berbunyi.

Ini menjadi kemenangan pertama Slowakia atas Spanyol dalam lima kali pertemuan mereka sepanjang sejarah. (Gb/goal)

  • Bagikan