Beranda News Internasional Covid-19, Arab Saudi Keluarkan Larangan Shalat Tarawih di Semua Masjid

Covid-19, Arab Saudi Keluarkan Larangan Shalat Tarawih di Semua Masjid

719
BERBAGI
Masjidil Haram terlihat lengang selama Kerajaan Arab Saudi memberlakukan aturan sangat ketat untuk mencegah penyebaran virus corona. Arab Saudi telah memperpanjang tanpa batas waktu jam malam yang berlaku karena pandemi coronavirus di tengah lonjakan infeksi baru [Reuters]

TERASLAMPUNG.COM — Kementerian urusan dakwah dan Islam Arab Saudi mengumumkan agar seluruh warga Arab Saudi melakukan shalat tarawih di rumah. Pemerintah Arab Saudi melarang shalat tarawih pada bulan Ramadan mendatang di semua masjid, termasuk di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Larangan itu diterbitkan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, tulis media Arab Saudi, Gulf News, Jumat (17/4/2020).

“Penangguhan shalat wajib lima waktu di masjid menjadi di rumah lebih penting daripada sholat tarawih. Kita meminta Allah SWT menerima sholat tarawih di tempat yang lebih baik untuk kesehatan. Selain menerima ibadah, kita juga meminta Allah SWT melindungi semuanya dari virus corona yang menyerang seluruh dunia,” kata Menteri Urusan Islam Arab Saudi Dr Abdul Latif Al Sheikh.

Selain shalat tarawih di rumah, Kerajaan Arab Saudi juga menginstruksikan jumlah orang yang bisa ikut shalat jenazah. Shalat jenazah hanya bisa dilakukan 5-6 orang dari keluarga dekat jenazah. Hal ini untuk mencegah terlalu banyak orang berkumpul saat pemakaman, yang meningkatkan risiko tertular COVID-19.

“Aturan ini seiring dengan pelarangan berkumpul selama pandemi virus corona. Hanya 5-6 orang yang bisa ikut sholat jenazah, sisanya bisa sholat sendiri di rumah,” kata Al Sheikh.

Selain melarang  shalat tarawih di masjid, Arab Saudi juga mengubah aturan jam malam yang awalnya dimulai pada pukul 19.00 atau 7 malam.

Seluruh masyarakat wajib berada di rumah 24 jam kecuali untuk urusan yang benar-benar penting. Masyarakat yang melanggar aturan dikenai hukuman denda atau penjara.

Kementerian dalam negeri Saudi hanya membolehkan petugas kesehatan, keamanan, atau bidang lain terkait penanganan virus corona berada di jalanan. Selebihnya mengalami lockdown dengan terus berada di rumah untuk mencegah infeksi virus corona.

Mufti Agung Arab Saudi, otoritas agama tertinggi di kerajaan itu, menyatakan seluruh warga Arab Saudi harus menaati aturan tersebut selama pandemi Corona belum berakhir.

“Shalat tarawih dapat dilakukan di rumah. Hal ini merupakan langkah pencegahan yang diambil untuk memerangi penyebaran virus corona,” kata Grand Mufti Sheikh Abdulaziz al-Sheikh, seperti dikutip Al Jazeera.

Pemerintah Arab Saudi sangat ketat dan keras dalam menerapkan aturan pencegahan Covid-19. Pada pertengahan Maret 2020, Arab Saudi sudah memberlakukan lockdown. Kakbah di Masjidil Haram pun ditutup untuk umum. Meski begitu, hingga Sabtu (18/4/2020) jumlah kasus Covid-19 Arab Saudi ada 7.142. Meskipun kasusnya tinggi, jumlah pasien meninggal hanya 47 orang. Sedangkan pasien Covid-19 yang sembuh ada 1.049 orang.