Beranda Pendidikan Covid-19, Ini Alasan Sekolah di Lampung Utara Belum Siap Buka

Covid-19, Ini Alasan Sekolah di Lampung Utara Belum Siap Buka

1780
BERBAGI
Ketua Posko sekretariat gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Lampung Utara, Sanny Lumi
Ketua Posko sekretariat gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Lampung Utara, Sanny Lumi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Ketua Posko sekretariat gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Lampung Utara, Sanny Lumi, menilai seluruh sekolah di daerahnya belum cukup mampu menerapkan protokol kesehatan seperti yang diharuskan. Padahal, protokol kesehatan menjadi syarat mutlak jika ingin menyelenggarakan tatap muka di sekolah.

“Secara pribadi, saya menilai sekolah – sekolah kita belum mampu untuk itu,” kata dia, Kamis (13/8/2020).

Protokol kesehatan ini di antaranya meliputi penyiapan masker, alat pencuci tangan, jarak kursi dan meja siswa, alat pengukur suhu tubuh. Pihak sekolah juga masih diwajibkan untuk membentuk tim gugus tugas di sekolahnya masing – masing.

Tugas tim gugus tugas di sekolah itu untuk memantau jalannya kegiatan belajar dan setiap siswa. Jika didapati ada siswa yang menunjukkan gejala batuk atau pilek‎ maka mereka wajib memberitahukannya kepada gugus tugas kabupaten.

“Tanpa melakukan itu semua, sekolah ‎belum boleh melakukan kegiatan belajar tatap muka,” tegas dia.

Lantaran dinilainya masih belum memiliki kemampuan untuk memenuhi protokol kesehatan, ia menyarankan pihak sekolah mengkaji ulang niatan untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka. Jika nekad melakukannya maka itu sama saja berpotensi menyebarkan virus Corona.

“Di sinilah peran penting pihak sekolah dan ‎wali murid untuk menerapkan protokol kesehatan jika masih tetap menginginkan belajar tatap muka,” paparnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara telah ‘memutuskan’‎ untuk memperbolehkan pihak sekolah menyelenggarakan belajar dengan tatap muka sepanjang memenuhi tiga persyaratan.

Persyaratan pertama, pihak sekolah sanggup menyiapkan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan. Kedua, adanya persetujuan dari wali murid, dan ketiga persetujuan dari bupati.

Loading...