Cuaca Buruk, Ketiga Kalinya Penyeberangan Bakauheni-Merak Ditutup

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNGSELATAN–Jalur penyeberangan Pelabuhan Bakauheni-Merak dan sebaliknya kembali ditutup akibat cuaca buruk Sabtu (31/12/2022) sore pukul 16.00 WIB. Penundaan keberagkatan kapal ini, merupakan ketiga kalinya selama libur Natal dan Tahun Baru 2022-2023.

Penutupan penyeberangan itu dilakukan pihak manajemen PT.ASDP Indonesia Ferry (Persero) setelah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terkait kondisi cuaca yang melanda perairan Selat Sunda.

Sehubungan dengan hal itu, pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VIII Provinsi Banten selaku otoritas, meminta ASDP untuk menunda keberangkatan kapal hingga keadaan cuaca dinyatakan aman untuk kapal berlayar.

Pantauan teraslampung.com, Sabtu (31/12/2022) sekitar pukul 15.25 WIB, kondisi cuaca di Pelabuhan Bakauheni sempat diguyur hujan deras disertai angin kencang. Selain itu, arus gelombang laut terpantau tinggi di seluruh dermaga.

Kapal penumpang KMP Wira Berlian yang baru saja tiba di Pelabuhan Bakauheni dan hendak sandar di dermaga reguler, sempat mengalami kesulitan untuk sandar. Hingga akhirnya kapal tersebut bisa sandar di dermaga 1 reguler.

Meski hujan sudah reda, namun keadaan cuca di Pelabuhan Bakauheni masih diselimuti mendung disertai angin kencang sekitar pukul 17.15 WIB.

Para calon penumpang pejalan kaki yang sebelumnya sudah menunggu di Gangway dermaga 2 reguler Pelabuhan Bakauheni dan akan berlayar menuju ke Pelabuhan Merak menumpang kapal KMP Neomi, harus mengurungkan perjalanannya setelah adanya informasi bahwa jalur penyeberangan ditutup kembali.

Puluhan calon penumpang tersebut, diminta oleh petugas ASDP Bakauheni untuk kembali turun dari Gangway dan menunggu di ruang pelayanan tiket.

Tidak hanya penumpang, puluhan kendaraan yang sebelumnya sudah masuk ke dalam Kapal, harus keluar lagi dan memarkirkan kendaraannya di kantong parkir pelabuhan karena adanya penutupan jalur penyeberangan akibat cuaca buruk tersebut.

Para penumpang dan kendaraan tersebut, akan diberangkatkan menuju ke Pulau Jawa setelah keadaan cuaca membaik dan pelayaran sudah kembali dibuka.

“Keadaan cuaca buruk yang terjadi seperti ini, tentunya khawatir dan pastinya rugi waktu juga. Tapi mau bagaimana lagi, penyeberangannya ditutup, ya terpaksa harus menunggu,”kata Firmansyah, seorang penumpang asal Kecamatan Jati Agung, Lampung ini kepada CNN Indonesia.com, Sabtu (31/12/2022) petang.

Hingga malam ini, pukul 20.25 WIB belum dapat dipastikan jalur penyeberangan Bakauheni-Merak dan sebaliknya akan kembali dibuka.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Suharto membenarkan adanya penutupan kembali jalur penyeberangan, karena kondisi cuaca tidak kondusif untuk dilakukan pelayaran.

“Ya benar, manajemen ASDP telah menetapkan keberangakan kapal jalaur lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheni dan Bakauhen-Merak ditunda  sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB karena keadaan cuaca,”kata dia, Sabtu (31/12/2022) malam.

Ia mengatakan, ASDP terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak BMKG, kepolisian/TNI dan otoritas pelabuhan setiap kali sebelum kapal Ferry melakukan pelayaran agar perjalanannya aman dan lancar sampai tujuan.

“Kami mengimbau kepada calon penumpang, untuk tetap waspada kondisi cuaca.Jika kondisi cuaca buruk, jangan melanjutkan perjalanan penyeberangan,”ujarnya.

Mengenai perkembangan jalur lintasan penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni dan sebaliknya, lanjutnya, akan diinformasikan kembali ke pengguna jasa penyeberangan yakni melalui media sosial (medsos) resmi milik ASDP.

“Jika ada keterlambatan penyeberangan lantaran cuaca ekstrim, manajemen ASDP akan menyampaikan informasi ke pengguna jasa penyeberangan secara aktif melalui medsos akun resmi ASDP,”tandasnya.