Cuaca Buruk Masih Terjadi Hingga Awal November

  • Bagikan
Hujan (ilustrasi)

Oleh : Ramadhan Nurpambudi*

ramadhan nurpambudiMasih tingginya suhu muka laut hingga akhir bulan Oktober 2016 ini memberi dampak tersendiri bagi beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Lampung. Tingginya suhu muka laut tersebut memberi suplai uap air yang berlimpah untuk membentuk awan-awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat yang disertai dengan angin kencang. Suhu muka laut yang tinggi terjadi baik di Laut Jawa maupun di Samudera Hindia di sebelah barat dan selatan Lampung.

Tingginya suhu muka laut tadi didukung dengan beberapa aspek lainnya seperti adanya belokan angin mulai dari Samudera Hindia di sebalah selatan Lampung hingga Selat Sunda, dan juga lembabnya kelembaban udara dari lapisan permukaan hingga lapisan 500mb. Gabungan dari aspek-aspek inilah yang menjadi penyebab hujan lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga awal bulan November mendatang.

Belokan angin yang terdapat di Samudera Hindia hingga Selat Sunda menyebabkan adanya penumpukan massa udara karena diperlambatnya udara di lokasi tersebut. Penumpukan udara yang terjadi menimbulkan banyaknya terbentuk awan-awan konvektif disepanjang area belokan angin tersebut, sehingga berpotensi menghasilkan hujan lebat untuk wilayah Lampung terutama di bagian selatan.

Kelembaban udara yang lembab mulai dari permukaan hingga lapisan 500mb disini juga menjadi faktor penting karena jika kelembaban udara kering uap air yang terangkat ke atmosfer tidak akan terbentuk menjadi awan. Kelembaban udara di Samudera hindia di sebelah selatan dan barat Lampung juga lembab sehingga pembentukan awan yang terjadi di area tersebut dapat berkembang hingga daratan Lampung dan berpotensi menghasilkan hujan yang cukup lebat.

Saat ini angin monsun timur memang masih berperan, seperti yang kita ketahui jika angin monsum timur berlangsung seharusnya mayoritas daerah di Indonesia mengalami musim kemarau yang panjang namun tidak untuk tahun ini, sebab meskipun kelembaban udara di daratan Australia sangat kering namun disepanjang Samudera Hindia sangat lembab hingga lapisan tinggi. Ini yang menjadi penghalang masuknya udara kering dari daratan Australia menuju wilayah Indonesia karena sebelum memasuki daratan Indonesia udara kering dari daratan Australia lebih dulu meliewati kawasan Samudera Hindia.

Perubahan pola angin menjadi angin monsun barat diprediksi terjadi pada akhir bulan November hinggal awal tahun depan. Pada saat tersebut intensitas hujan akan semakin meningkat lagi dihimbau agar kita lebih mempersiapkan diri menyambut musim hujan yang sebenarnya. Tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi daerah-daerah yang dilanda banjir bandang.

Bila dilihat secara global Dipole Mode masih cenderung negatif, hal ini ditunjukan oleh suhu muka laut di perairan Samudera Hindia bagian timur merupakan pusat panas. Sehingga saat keadaan itu, perairan Samudera Hindia sebelah barat mengalami pedinginan suhu muka laut. Akibatnya awan-awan akan banyak tumbuh sebelah barat wilayah Indonesia salah satunya Lampung.

Jadi, kesimpulannya: hujan dengan intensitas lebat masih berpotensi terjadi hingga awal bulan November terutama pada sore hingga malam hari, karena proses pembentukan awan yang mengasilkan hujan tersebut terjadi selama pemanasan pada siang hari. Daerah seperti Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Selatan, Pringsewu, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena ini dan juga alangkah lebih baik lagi jika kita bahu membahu membersihkan saluran drainase dan juga daerah resapan air agar bencana banjir dapat diminimalkan.***

*Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung

  • Bagikan
You cannot copy content of this page