Beranda Hukum Kriminal Curi 200 Aki di Kotak Tower, Bekas Pegawai PT Telkom Ini Kantongi...

Curi 200 Aki di Kotak Tower, Bekas Pegawai PT Telkom Ini Kantongi Uang Rp300 Juta

766
BERBAGI
Barang bukti yang disita polisi dari komplotan pencuri aki tower Telkom di Bandarlampung.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Daya jelajah Wahyu (47) dan Handoko (19), spesialis pencurian aki jaringan milik PT Telkom, lumayan bagus. Meskipun beroperasi di Kota Bandarlampung, keduanya tetap tinggal di Palembang, sedangkan mobil yang dipakai untuk memuluskan operasinya disewanya dari sebuah rental  mobil di Medan.

Keduanya ‘lincah’ menjalankan aksinya karena Wahyu, otak atau dalang pencurian tersebut, sudah hafal seluk-beluk aki dan jaringan Telkom. Itu karena Wahyu memang pernah bekerja di PT Telkom.

Kepada petugas Polresta Bandarlampung yang memeriksanya, Wahyu mengaku dirinya memang bekas karyawan PT Telkom. Saat bekerja di PT Telkom, Wahyu bertugas sebagai kontraktor bagian jaringan.

Meskipun sudah tidak menjadi pegawai di PT Telkom, Wahyu sampai sekarang masih mengantongi kartu identitas (Id Card) PT Telkom dan menyimpan rompi warna merah yang bertuliskan “PT Telkom”.

Wahyu mengakui, dirinya selama dua bulan tinggal di Bandarlampung — sejak akhir 2016 lalu– sudah menggasak 200 aki di gardu jaringan milik PT Telkom yang tersebar di 36 titik di Kota Bandarlampung. Semua aksinya dilakukan bersama Handoko.

“Saya yang merencanakan aksi pencurian aki dan mengajak Handoko,”kata Wahyu, Jumat (3/2/2017).

Wahtu mengaku, untuk malancarkan aksinya, ia lebih dulu pergi ke tempat kelahirannya di daerah Medan, Sumatera Utara untuk menyewa mobil. Setelah mobil didapat, ia kembali lagi ke Palembang menjemput Handoko. Lalu ia bersama Handoko berangkat ke Kota Bandarlampung.

“Selama berada di Bandarlampung, saya dan Handoko tinggal dengan di penginapan. Setelah itu, saya keliling Bandarlampung mengendarai mobil uhtuk melakukan survei gardu-gardu jaringan PT Telkom,”katanya/

Setelah berhasil memetakan keberadaan gardu-gardu jaringan Telkom, kata Wahyu,  ia dan Handoko lalu beraksi manggasak aki jaringan milik PT Telkom tersebut.

“200 aki tersebut saya jual kiloan kepada seorang penadah. Per kilogram seharga Rp 16 ribu. Jadi dari satu aki itu, dapat uang sebesar Rp 300 ribu. Uangnya, sudah habis untuk biaya kehidupan sehari-hari dan untuk foya-foya,”ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus dua tersangka spesialis pencurian aki atau baterry jaringan pada kotak towermilik PT. Telkom. Polisi menangkap kedua tersangka, di penginapan Jalan Wolter Monginsidi, Tanjungkarang Pusat, pada Kamis (2/2/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.