Beranda Hukum Teras Kriminal Curi Burung Murai, Usman Babak Belur Dihajar Warga

Curi Burung Murai, Usman Babak Belur Dihajar Warga

165
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Usman saat diperiksa di Polsek Tanjungkarang Barat, Minggu (8/2).

BANDARLAMPUNG–Usman (36) warga Gang Pertiwi, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Bandarlampung babak belur dihajar para tetangganya sendiri, Siswandi, karena tertangkap basah mencuri burung murai, Minggu (8/2) sekitar pukul 12.15 WIB.

“Warga yang datang langsung mengejar pelaku saat mau kabur membawa burung murai bersama kandangnya. Pelaku akhirnya tertangkap dan langsung ramai-ramai warga memukuli pelaku. Ya sebenarnya sih memang gak seberapa mas hanya se ekor burung yang dicuri, tapi kami dan warga terus terang saja kesal karena didaerah kami ini seringkali kemalingan. Tapi pelakunya belum pernah ketauan dan tertangkap, bisa jadi barang-barang yang sering hilang di daerah kami ini,” kata Siswandi,warga Gang Madu Kelurahan Langkapura, Bandarlampung,Minggu (8/2).

Menurut  Siswandi, aksi pencurian tersebut bermula saat burung murai miliknya dijemur di samping rumah. Ia dan tetangganya saat itu sedang mengobrol tak jauh dari situ. “Begitu mendengar anak saya berterial ‘maling!’, kami dan warga lain beramai-ramai mengejar pelaku,” kata Siswadi.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol I Ketut Suryana mengatakan, pihaknya mengetahui adanya pelaku pencurian yang dihajar massa setelah mendapat laporan dari warga setempat. Selanjutnya petugas menuju ke lokasi kejadian, saat dilokasi pelaku kondisinya sudah babak belur dihajar warga. Pelaku selanjutnya dibawa ke mapolsekta untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Dari pemeriksaan sementara, Usaman mengaku baru sekali mencuri. Dia  terpaksa mencuri burung murai milik korban Siswandi  hanya karena ingin memiliki burung itu,”kata Ketut, Minggu (8/2).

Menurut Kapolsek, berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata pelaku memiliki KTP ganda. Selain tercatat sebagai warga Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, pelaku juga punya KTP Kabupaten Lampung Tengah.

“Petugas masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap Kasus tersebut, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku akan dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman pidana lima tahun penjara,”kata Kapolsek.

Loading...