Beranda News Nasional Dahlan Iskan Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan 21 Gardu Induk

Dahlan Iskan Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan 21 Gardu Induk

232
BERBAGI
Dahlan Iskan meninggalkan kantor Kejati Jakarta usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan koruspsi pembangunan 21 gardu induk listrik Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2011-2013. Pada pemeriksaan kedua ini, Kejati menetakan Dahlan Iskan sebagai tersangka. (Foto: liputan6.com)

JAKARTA, Teraslampung.com — Kejaksaan Tinggi Jakarta telah menetapkan mantan Menteri BUMN dan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, Dahlan Iskan, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu induk di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2011-2013. Jumat (5/6/2015).

“Berdasarkan dua alat bukti, tim penyidik menyatakan bahwa saudara Dahlan Iskan telah memenuhi syarat untuk menjadi tersangka,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Adi Toegarisman, dalam jumpa pers pada Jumat (5/6) sore.

Menurut Adi,  Dahlan ditetapkan sebagai tersangka dalam posisi sebagai kuasa pengguna anggaran dalam kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu induk tersebut. Penetapan Dahlan sebagai tersangka, kata Adi, berdasarkan pada fakta-fakta hukum yang didapatkan pihaknya dan menjadi bahan penyelidikikan.

Meskipun Dahlan Iskan mengaku tidak tahu tentang korupsi yang dituduhkan kepadanya mengingat dirinya sudah tiga tahun tidak menjabat sebagai Dirut PLN, Adi mengaku bahwa fakta hukumlah yang menjadi acuan penyidikikan. Faktanya, kata Adi, ketika kasus dugaan korupsi itu terjadi Dahlan Iskan adalah Dirut PLN sekaligus sebagai penguasa pengguna anggaran.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Dahlan Iskan telah diperiksa oleh tim penyidik kejaksaan pada Kamis (04/06) dan dilanjutkan pada Jumat (05/06) ini. Dahlan akan dipanggil lagi untuk menjalani proses pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka pada Kamis pekan depan (11/6/2015).

Meski sudah  ditetapkan sebagai tersangka, Dahlan Iskan belum ditahan. Namun, pada pemeriksaan ketiga pada pekan depan, ada kemungkinan bos grup Jawa Pos itu ditahan.

Usai diperiksa di Kejati Jakarta, saat dimintai komentarnya oleh para wartawan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka,  Dahlan Iskan tidak mau berkomentar banyak.

“Tanya jaksa,” kata dia, sambil menuju kendaraan pribadinya.

Selain Dahlan Iskan. Kejaksaan telah menetapkan 15 tersangka, dan sembilan orang di antara mereka adalah petinggi PLN cabang Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta para petinggi rekanan.

Kejaksaan Tinggi Jakarta mengusut kasus ini sejak Juni 2014 setelah menerima laporan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap proyek senilai Rp1,06 triliun ini.

BPKP dalam auditnya menyebutkan bahwa proyek tersebut diduga merugikan negara sebesar Rp 33 miliar.

Menurut Kejaksaan, penyimpangan ditemukan antara lain ketika penandatanganan kontrak pembangunan gardu induk pada 2011, tetapi lahannya belum dibebaskan.

Hingga tenggat proyek berakhir pada 2013, hanya lima gardu yang dapat dibangun oleh pihak rekanan PT PLN.

Dahlan Iskan merupakan orang  keempat di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono yang ditetapkan tersangka terkait korupsi. Sebelumnya, tiga mantan menteri SBY ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK. Mereka adalah  Menpora Andi Alfian Mallarangeng, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.

Loading...