Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara DAK Terancam Hangus, Kepala Dinas PUPR Lampura Salahkan Rekanan

DAK Terancam Hangus, Kepala Dinas PUPR Lampura Salahkan Rekanan

106
BERBAGI
Kepala Dinas PUPR Lampung Utara, Syahbudin
Kepala Dinas PUPR Lampung Utara, Syahbudin

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Utara, Syahbudin melempar kesalahan gagalnya sejumlah lelang proyek tahun 2019 untuk mendapatkan pemenang kepada pihak rekanan. Kegagalan sejumlah proyek ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi Lampung Utara karena belasan miliar uang proyek itu terancam hangus.

‎”(Kesalahannya) dari rekanan yang tidak siap,” kata dia saat ditemui dalam acara ramah – tamah di rumah jabatan Bupati Lampung Utara, Sabtu (17/8/2019).

‘Tudingannya’ yang dilontarkannya ini bukan tanpa alasan. Hal ini dibuktikan dengan adanya rekanan yang tidak memenuhi persyaratan saat pembuktian usai dinyatakan sebagai pemenang lelang, dan minimnya peserta lelang, serta tak adanya rekanan yang melakukan penawaran saat lelang.

“Syarat lelang proyek itu minimal diikuti oleh dua perusahaan (tapi ternyata hanya satu saja). Lalu, ada rekanan yang enggak bisa memenuhi persyaratan saat pembuktian,” paparnya.

‎Syahbudin menguraikan, total nilai proyek – proyek PUPR yang‎ ‘gagal’ teken kontrak itu mencapai sekitar Rp16 Miliar. Proyek – proyek itu berupa pembangunan jalan dan saluran irigasi. Total DAK fisik tahun 2019 dalam bentuk proyek mencapai Rp47 Miliar.

“Seiring berjalannya waktu, dari total Rp47 Miliar itu‎ ternyata proyek – proyek yang berhasil teken kontrak sekitar Rp27 Miliar atau Rp29 Miliar,” jelas dia.

Menyikapi potensi ‘hangusnya’ belasan miliar DAK fisik ini, Syahbudi mengaku pihaknya tengah menunggu keputusan dari pihak Kementerian Keuangan. Segala upaya termasuk mengirimkan surat dari Bupati Agung Ilmu Mangkunegara telah dilakukannya supaya DAK itu tidak hilang percuma.

‎”Belum ada kesimpulan. Kalau toh itu hilang, kita sudah upaya,” katanya.‎

Belasan miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Lampung Utara tahun ‎2019 dikabarkan hangus karena harus kembali ke kas negara. Penyebabnya diduga karena banyaknya terjadi ‘kesalahan’ dalam sejumlah lelang proyek DAK 2019.

Perkiraan ‘hangusnya’ belasan miliar DAK itu mengacu pada surat edaran dari Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan dengan nomor S-219/PK/2019 tentang percepatan penyaluran DAK fisik tahap I 2019 dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 121/PMK.07/2018, batas waktu pemutakhiran data kontrak sampai dengan tanggal 22 Juli 2019.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa, Hendry ketika dikonfirmasi tak menampik jika ada sejumlah proyek yang bersumber dari DAK 2019 gagal mendapatkan pemenang lelang.

“Memang benar ada sejumlah proyek yang gagal dalam lelang proyek elektronik kali ini,” katanya.

Loading...