Beranda News Internasional Dalam Dua Hari, China Selesaikan 4 Juta Tes COVID-19

Dalam Dua Hari, China Selesaikan 4 Juta Tes COVID-19

86
BERBAGI
Para turis berbelanja di pusat perbelanjaan bebas pajak (duty free) di Kota Sanya, Provinsi Hainan, Cina, 5 Oktober 2020. Hainan mencatatkan lonjakan penjualan produk bebas pajak selama liburan Hari Nasional dan Festival Pertengahan Musim Gugur. Xinhua/Guo Cheng
Para turis berbelanja di pusat perbelanjaan bebas pajak (duty free) di Kota Sanya, Provinsi Hainan, Cina, 5 Oktober 2020. Hainan mencatatkan lonjakan penjualan produk bebas pajak selama liburan Hari Nasional dan Festival Pertengahan Musim Gugur. Xinhua/Guo Cheng

TERASLAMPUNG.COM — Otoritas kesehatan China melaporkan bahwa mereka telah menyelesaikan 4,2 juta (dari total penduduk 9 juta) tes COVID-19 di Qingdao menyusul munculnya 12 kasus baru pada akhir pekan lalu. Dari tes tersebut, 2 juta di antaranya telah dikonfirmasi negatif COVID-19, Rabu, 14 Oktober 2020.

Dengan selesainya tes untuk 4 juta penduduk Qingdao, maka jumlah yang tersisa untuk dites tinggal 5 juta orang lagi. Target China, seluruh distrik di Qinqdao sudah beres dites dalam waktu 5 hari, tidak menghitung kapan keluarnya hasil tes.

“Gedung-gedung di mana pasien positif tinggal juga telah di-lockdown sebagai upaya pengendalian penyebaran virus,” ujar pernyataan pers Komisi Kesehatan Nasional Cina, dikutip dari Channel News Asia.

Terlepas adanya 12 kasus di Qingdao tersebut, yang enam di antaranya tanpa gejala, jumlah kasus COVID-19 di Cina telah berkurang drastis dibanding situasi di awal pandemi dulu. Ketika wabah COVID-19 meledak untuk pertama kalinya di bulan Januari, China menjadi episentrum virus untuk waktu berbulan-bulan.

Sekarang, posisi China sebagai posisi episentrum COVID-19 telah digantikan Amerika yang mencatatkan 8 juta kasus dan 220 ribu korban meninggal.

Sebagai perbandingan, China sekarang ada di peringkat 50 dengan 85.611 kasus dan 5.634 korban meninggal. Dalam 24 jam terakhir, China menerima penambahan kasus 20 saja, lebih besar dibanding angka sehari sebelumnya yaitu 13.

Meskipun jumlah kasus COVID-19 sudah berkurang banyak dan musim liburan kembali digelar di China, negeri tirai bambu tersebut masih waspada akan potensi gelombang baru. Adapun menurut Komisi Kesehatan Nasional China, kebanyakan kasus berasal dari kluster impor.

“Sebanyak 14 dari 20 kasus baru berasal dari luar negara. Enam sisanya berasal dari kluster lokal di Shandong,” ujar mereka.

Tempo | Chanel News Asia

Loading...