Dalam Enam Bulan, Polresta Bandarlampung Tahan 214 Tersangka Narkoba

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kompol Mantoni Tihang (kiri) saat menunjukkan barang bukti narkoba milik salah satu tersangja kasus narkoba (dok).

BANDARLAMPUNG – Kurun waktu enam bulan (Januari – Juni 2015), sekitar 214 tersangka yeang tediri dari pengguna, pengedar dan bandar narkoba berhasil damankan petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, dari hasil pengungkapan sebanyak 149 kasus narkoba.
Para tersangka yang diamankan, tediri dari 83 tersangka sebagai pengguna dan 131 tersangka lainnya merupakan sebagai  kurir dan pengedar.

“Pada bulan Januari hingga Maret 2015, terungkap sebanyak  73 kasus kasus penyalahgunaan narkoba dan 106 tersangka dengan jumlah barang bukti  yang disita, sabu-sabu sebanyak 76,26 gram, ganja sebanyak 1261,81 gram dan ekstasi sebanyak 20 butir,” kata Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Mantoni Tihang, kepada Teraslampung.com, Minggu (8/11).

Sementara untuk pengungkapan pada bulan April hingga Juni 2015, menurut Mantoni, terungkap sebanyak 76 kasus dan 108 tersangka dengan jumlah barang bukti yang disita, sabu-sabu sebanyak 78.4 gram, ganja sebanyak 181 gram. Mereka yang diamankan, rata-rata berprofesi sebagai buruh,
pelajar, mahasiwa dan ada juga pegawai honorer di Instansi Pemerintah.

“Rata-rata pelaku yang tertangkap adalah sebagai pengguna, kurir ataupun pengedar narkoba dan ada sebagian juga sebagai bandar. Semua barang bukti yang diamankan, ada sebagian berada di BNN, ada juga yang masih disimpan di brankas kantor dan di Rumbasan (rumah barang bukti
dan sitaan),” kata Mantoni.

Menurutnya, para tersangka yang diamankan, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan untuk menjalani proses persidangan. Ada juga yang belum dilimpahkan, karena msih dalam proses penyelidikan dan pengembangan.

Mantoni mengutarakan, kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Tapis Berseri ini, baik itu pengguna maupun kurirnya kian meningkat bahkan sudah merata hampir diseluruh lapisan masyarakat di setiap Kecamatan yang ada di Bandarlampung. Yakni mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, pegawai honorer dan masyarakat bawah yang berdalih menjadi kurir atau pengedar karena kebutuhan ekonomi.

Dari beberapa kasus yang diungkap, kata Mantoni, ada juga yang terlibat pengguna narkoba seperti pelajar dan mahasiswa tapi hanya sebagian saja dari mereka.

“Untuk pengungkapan yang lebih banyak, pelaku yang memang selama ini sudah menjadi TO kami Para pelaku tindak pidana sekarang ini, mereka yang tertangkap petugas hampir 100 persen  mayoritas positif menggunakan narkoba. Apabila orang yang sudah terkena narkoba, sangat rentan dan mudah untuk melakukan tindakan pidana lainnya,”terangnya.

Mantan Kapolsekta Telukbetung Barat ini menambahkan, setiap kasus narkoba, meski mendapat perhatian khusus dari masyarakat Kota Bandarlampung. Sebab diwilayah Kota bandarlampung ini, kasus penyalahgunaan narkoba selain makin meningkat dan sudah menjadi tren dikalangan pemuda dan remaja.

Sehingga, lanjut Mantoni, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan oleh aparat kepolisian atau BNN saja, melainkan masyarakat juga harus turut berperan aktif dalam hal ini.

“Kami berharap, masyarakat dapat memberikan informasi kepada pihak kepolisian atau BNN jika melihat atau mengetahui adanya peredaran narkoba. Informasi masyarakat sangat berguna untuk kami, hal itu dilakukan agar peredaran narkoba di Kota Bandarlampung dapat terputus
dan berkurang,” tandasnya.