Beranda News Kesehatan Dampak Buruk Kebakaran Hutan dan Lahan bagi Kesehatan

Dampak Buruk Kebakaran Hutan dan Lahan bagi Kesehatan

1855
BERBAGI

Oleh: Dea Fadhilah Khairunnisa
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya

Kebakaran hutan dan lahan sampai sekarang masih terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Beberapa hari yang lalu Palembang memiliki indeks kualitas udara (AQI) pada angka 180. Itu angka yang mencerminkan kualitas udara kategori tidak sehat.

Kejadian kebakaran hutan dan lahan telah menjadi agenda rutin bagi Indonesia setiap tahunnya, salah satu dampak yang dirasakan adalah dampak kesehatan yang menjadi perhatian dan fokus utama atas kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Mengutip dari Buku Penanggulangan Krisis Kesehatan untuk Anak Sekolah yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan. Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan berdampak langsung pada kesehatan, khususnya gangguan saluran pernapasan. Asap mengandung sejumlah gas dan partikel kimia yang menggangu pernapasan seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), formaldehid, akrelein, benzen, nitrogen oksida (NOx) dan ozon (O3).

Material tersebut memicu dampak buruk yang nyata pada manula, bayi dan pengidap penyakit paru. Meskipun tidak dimungkiri dampak tersebut bisa mengenai orang sehat.
Masalah kesehatan sebagai dampak buruk kebakaran hutan dan lahan yaitu sebagai berikut:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Ribuan orang dilaporkan terkena infeksi saluran pernapasan (ISPA) atas sejak kabut asap menggelayut di langit Sumatera. ISPA sejatinya disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh kabut asap. Tapi polusi udara yang parah, ditambah dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh bisa mengakibatkan gangguan pernafasan atau dengan kata lain mempermudah terjadinya ISPA. Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.

2. Penyakit Paru Obstruktif Kronik
PPOK menggabungkan berbagai penyakit pernafasan semisal Bronkitis. Menurut Yayasan Paru-paru Kanada, kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan bisa berakibat fatal pada penderita PPOK, karena mengurangi/memperburuk kinerja paru-paru. Semakin lama pasien terpapar kabut asap, semakin besar juga risiko kematiannya.

3. Penyakit Jantung
Kabut asap membawa partikel mini bernama PM2.5 yang dapat masuk ke dalam tubuh lewat saluran pernafasan. Sebuah studi oleh California Environmental Protection Agency tahun 2014 membuktikan, pasien yang terpapar kabut asap dalam waktu lama menggandakan risiko terkena serangan jantung atau stroke.

4. Iritasi
Dalam bentuk yang paling ringan, paparan kabut asap bisa menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung serta menyebabkan sakit kepala atau alergi. Asosiasi Paru-paru Kanada mengingatkan, masker wajah tidak melindungi tubuh dari partikel ekstra kecil yang dibawa kabut asap.

Dari beberapa masalah kesehatan tersebut diharapkan menjadi warning bagi warga disekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan bahwa dampak dari kebakaran hutan dan lahan bukanlah masalah sederhana, melainkan menyangkut nyawa seseorang atau sekelompok penduduk.

Dampak buruk karhutla bagi kesehatan tersebut diharapkan menjadi peringatan bagi semua pihak. Terutama adalah warga di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan, pemerintah setempat, dan lembaga terkait. Dampak kebakaran hutan dan lahan bukanlah masalah sederhana, melainkan menyangkut nyawa manusia dan semua habitat yang ada di dalam hutan.

Secara sederhana dan termudah, tindakan yang bisa dilakukan dalam mencegah masalah kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan yaitu dengan memakai masker. Masker dianjurkan tetap digunakan meskipun berada di dalam rumah.

Penggunaan masker sebagai penyaring udara dan berfungsi mengurangi zat – zat berbahaya yang dapat masuk ke dalam sistem pernapasan. Tindakan berikutnya adalah memperbanyak minum air putih dan mengkonsumi buah-buahan serta sayuran. Memperbanyak minum air putih dapat mencegah dehidrasi dan menjaga cairan tubuh. Selain itu, mengkonsumsi buah dan sayuran berguna memperkuat sistem imun.***