Beranda Ruwa Jurai Pesawaran Dampak Covid-19, IRT Warga Pesawaran Ini Makin Berat Menafkahi Empat Anaknya

Dampak Covid-19, IRT Warga Pesawaran Ini Makin Berat Menafkahi Empat Anaknya

109
BERBAGI
Siti Aminah bersama lima anaknya.

TERASLAMPUNG.COM — Siti Aminah (43), warga Dusun Masgar, Kelurahan Kota Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, terlihat tegar menghadapi hari-hari yang makin sulit karena pandemi Covid-19. Dalam masa-masa sulit ini, orang tua tunggal dengan lima orang anak ini harus menafkahi kelima anaknya. Meskipun berat dan sulit, Siti Aminah tidak mengeluh.

Dari lima anak Aminah, kini hanya empat yang tinggal bersamanya. Hal itu karena si sulung, Rizky Rimadhon (18 tahun) terpaksa harus tinggal bersama kakak Aminah lantaran kesulitan perekonomian yang mendera keluarganya. Rizky juga harus berhenti sekolah alias drop out (DO) dari STM Gajahmada di Kota Metro karena orang tuanya tidak punya biaya. Padahal, saat itu Rizky sudah duduk di bangku kelas 3 STM tersebut.

Pada hari-hari normal penghasilannya sebagai buruh pada pedagang siomay sebenarya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia malin kesulitan ketika pandemi Covid-19 melanda wilayah Lampung.

Siti Aminah dan anak-anaknya tinggal di rumah sangat sederhana di Dusun Masgar, Kelurahan Kota Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Ia merupakan orang tua tunggal bagi anak anaknya sejak suaminya wafat sekitar empat tahun lalu.

Rumah Siti Aminah sebenarnya masih kurang layak disebut sebagai tempat tinggal. Dindingnya masih geribik bambu, lantainya tanah, sedangkan genteng yang menjadi atap rumah sudah tampak “merunduk” karena bilah bambu tempat dudukan genteng tidak kuat lagi menahan beban.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anaknya, Aminah bekerja sebagai buruh pembuat siomay. Upahnya yang tidak seberapa membuat Siti Aminah harus pintar dalam mengatur pengeluaran agar anak-anaknya tetap bisa makan.

Selain Rizky, empat anak Siti Aminah lainnya saat ini masih bersekolah. Anak kedua Amina, Herman (15), saat ini duduk di bangku MTs, sedangkan dua orang anaknya lain Arya Dipasena (11) dan Soni Arisena (9) duduk di sekolah dasar, dan Seno Bayu Aji (6) duduk di bangku Taman Kanak Kanak.

“Saya menghidupi keempat anak saya dengan susah payah , dan banting tulang, agar mereka bisa mengenyam pendidikan yang sama dengan mereka yang memiliki orang tua lengkap,” ungkapnya, saat bercerita kepada relawan Rumah Yatim Lampung, belum lama ini.

Meskipun kini hidupnya susah, Aminah berharap kelima anaknya kelak menjadi orang yang sukses dan tidak merasakan kesulitan hidup yang ia rasakan saat ini. Disamping itu, ia juga berharap anak anaknya bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi untuk kebutuhan hidupnya di masa depan.

“Saya selalu berdoa agara mereka memiliki kehidupan yang layak dan memiliki pekerjaan yang baik apabila sudah dewasa nanti,” imbuhnya dengan lirih.

Siti Aminah merupakan satu dari ribuan orang yang saat ini terdampak wabah Covid-19. Ia kesulitan memenuhi kebutuhan pokok hariannya.

Calam Rahmat/Rumah Yatim Lampung

Loading...