Beranda News Lingkungan Dampak Eksploitasi Tambang Timah di Bangka Belitung

Dampak Eksploitasi Tambang Timah di Bangka Belitung

1045
BERBAGI
Kolam besar bekas penambangan timah di Pulau Bangka Belitung (dok Pesona Travel)

TERASLAMPUNG.COM — Bangka Belitung terkenal sebagai wilayah penambangan timah. Akibat eksploitasi lahan untuk tambang timah, saat ini banyak wilayah di Pulau Bangka Belitung yang rusak parah. Banyak wilayah yang dulunya adalah sebuah dataran kini berubah menjadi cekungan atau lubang yang menyerupai kolam besar. Jika dilihat dari atas, Pulau Bangka saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Selain pengerukan di daratan, penambangan timah di Pulau Bangka Belitung juga dilakukan di wilayah laut. Semua itu tentu saja akan berdampak buruk bagi lingkungan hidup dan ekosistem yang ada di Pulau Bangka.

Akibat pengerukan atau penambangan adalah terbentuknya cekungan-cekungan bekas penambangan. Dampak penambangan timah terhadap lingkungan di Bangka, antara lain:
1) Kualitas udara, dampak terhadap kualitas udara adalah peningkatan debu akibat aktivitas pengerukan atau penambangan dan pengangkutan, terutama berlangsung pada musim kemarau.
2) Kualitas air, dampak terhadap kualitas air adalah perubahan sifat fisik, kimia serta biologi perairan.
3) Perubahan tata guna lahan, dampak bersifat lokal dalam skala kecil dan bersifat sementara.
4) Rusaknya ekositem laut, Kualitas akibat dari penambangan di wilayah lautan juga dapat berdampak buruk bagi ekosistem laut, seperti rusaknya terumbu karang yang dapat menyebabkan rumah bagi makhluk laut menjadi rusak dan populasi ikan akan menjadi berkurang.
5) Menjadikan populasi mahkluk laut menjadi berkurang karena sudah tercemarnya air laut akibat dari penambangan tersebut.

Apabila perencanaan dan pengelolaan sumber daya laut tidak dilakukan secara terpadu, maka dikhawatirkan sumber daya tersebut akan rusak. Bahkan punah seperti yang terjadi pada kasus pertambangan timah di Bangka Belitung. Akibatnya, kekayaaan alam justru tidak bisa menopang kesinambungan pembangunan nasional dalam mewujudkan bangsa yang maju, adil dan makmur.

Penambangan timah yang tidak memperhatikan aturan tidak hanya merusak alam dan lingkungan hidu, tetapi juga berdampak buruk bagi masyarakat sekitar.

Jika kondisi alam sudah telanjur hancur seperti yang terjadi di Bangka Belitung, maka beberapa langkah bisa dilakukan agar kondisi tidak semakin parah. Pertama, dengam melakukan reboisasi di wilayah sekitat dan bekas penambangan.

Kedua, lubang-lubang besar yang sudah sangat parah dan tidak mungkin dikembalikan ke kondisi semula bisa diubah menjadi lokasi wisata. Hal ini juga yang kini dilakukan di bekas pertambangan timah di Bangka. Bekas-bekas tambang dengan ceruk lebar dan dalam itu kini diubah menjadi lokasi wisata dan banyak dikunjungi orang.

Salah satu lokasi wisata yang memanfaatkan bekas tambang timah di Pulau Bangka adalah Sungai kaolin yang ada di Bangka bagian tengah di daerah Koba. Danau kaolin itu sendiri adalah danau bekas penambangan yang airnya berwarna biru dan ada juga airnya yang berwarna hijau. Dengan dibuatnya tempat wisata ini dapat mengurangi lobang-lobang bekas penambangan tersebut.

Jadi, agar tempat-tempat yang sudah dilakukan penambangan tersebut harus dibenahi lagi. Agar lingkungan tersebut tidak rusak akibat penambangan tersebut. Selain itu, kita juga harus memikirkan dampak dari penambangan tersebut agar lingkungan kita tetap bersih dan terawat.

Aci Ariska, Mahasiswa Program PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta

Loading...