Beranda News Pertanian Dampak Kemarau: 804 Ha Sawah di Lampung Utara Rusak, 167 Ha Terancam...

Dampak Kemarau: 804 Ha Sawah di Lampung Utara Rusak, 167 Ha Terancam Puso

237
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Menteri Pertanian menyerahkan bantuan ratusan  traktor tangan dan mesin pompa kepada Bupati Lampung Utara secara simbolis di Desa Terusan Jaya, Abung Semuli, Lampung Utara, 21 April 2015 lalu. Selanjjutkan bantuan itu diserahkan untuk para kelompok tani. 

KOTABUMI–Sebanyak 894 hektare sawah di Lampung Utara mengalami kerusakan akibat musim kemarau kali ini. Bahkan,167 hektaredi antaranya terancam gagal panen alias puso.‎

“Dari 894 Hektar sawah yang mengalami kerusakan akibat kekurangan air pada musim kemarau kali ini, 168 di antaranya terancam  puso,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lampung Utara, Sofyan, Rabu (5/8).

Ratusan hektar sawah yang mengalami kerusakan tersebut, tersebar di 15 Kecamatan dari 23 Kecamatan yang ada di Lampura. Di mana tingkat kerusakan sawah itu terbagi ke dalam tiga kategori yakni rusak ringan, sedang dan berat.

Menurut Sofyan, Kecamatan Blambangan Pagar menjadi Kecamatan yang paling luas mengalami kerusakan sawah. Dengan rincian, 100 hektar sawah rusak ringan, 50 hektar sawah rusak sedang, dan 70 hektar sawah terancam puso. Kerusakan terparah lainnya juga terjadi pada Kecamatan Abung Selatan dengan rincian 25 hektar rusak ringan, 38 hektar rusak sedang dan 52 hektar terancam puso.

“Kami akan terus lakukan tindakan pencegahan supaya lahan sawah yang rusak sedang dan ringan tidak turut mengalami puso,” tuturnya.

Langkah pencegahan itu, terus dia lagi, di antaranya melalui pompanisasi supaya lahan – lahan sawah yang mengalami kerusakan tersebut dapat terus dialiri air sehingga tidak gagal panen. Namun, bilamana sumber air tersebut juga turut mengalami kekeringan maka hampir dapat dipastikan sawah – sawah itu akan mengalami kekeringan.

“Kami akan manfaatkan setiap sumber air di sekitar areal persawahan supaya dapat ditarik dengan pompa untuk mengairi areal persawahan.” kata dia.

Diketahui, akibat musim kemarau, para petani Desa Sidokayo, Abung Tinggi yang terletak di lereng Bukit Barisan terpaksa memberlakukan kebijakan sistem buka tutup saluran air supaya setiap sawah dapat terus dialiri air.

Baca Juga: Mentan Tegaskan Bantuan 491 Traktor Tangan dan 257 Pompa Air untuk Poktan di Lampura Gratis