Beranda Pendidikan Dampak Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 terhadap Pendidikan

Dampak Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 terhadap Pendidikan

241
BERBAGI
Siswa Sekolah Dasar (SDN) di Kabupaten Lebak, belajar di rumah guru setelah pembelajaran sistem daring secara online tidak efektif. Foto: Tempo.co
Siswa Sekolah Dasar (SDN) di Kabupaten Lebak, belajar di rumah guru setelah pembelajaran sistem daring secara online tidak efektif. Foto: Tempo.co

Oleh: Ade Rahmawati

Pada saat sekarang ini diseluruh dunia sedang dilanda virus yang sangat berbahaya yang dikenal dengan sebutan Covid-19. Virus ini telah menyebar sekitar Desember 2019 lalu, dan saat inipun masih menyebar hampir keseluruh dunia.

Terdapat banyak perubahan yang terjadi setelah adanya wabah virus ini khusunya dari segi pendidikan. Karena pembelajaran dilakukan dengan cara Daring/jarak jauh, hal ini pula dilakukan untuk mengoptimalkan pendidikan di era pandemi Covid-19 dan untuk mencegah bertambahnya jumlah orang yang terkena wabah tersebut.

Di Indonesia telah kita ketahui bersama bahwa setiap hari pasien yang terjangkit Covid-19 terus bertambah, karena ada saja kalangan masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan yang disarankan oleh pemerintah. Dan adapula orang-orang yang tetap melakukan perjalanan jarak jauh untuk suatu kepentingan.

Pembelajaran daring yang dilakukan saat ini pun masih menjadi kegiatan baru untuk para pelajar di Indonesia karena hal ini baru dilakukan pada saat merebaknya berita tentang banyaknya orang yang terkena wabah Covid-19. Dari pembelajaran daring pun terdapat berbagai kendala.Misalnya ada siswa/i yang tidak memiliki alat komunikasi untuk pembelajaran daring seperti halnya handphone, jaringan internet yang kurang memadai dan tempat yang kurang efisien untuk melakukan pembelajaran daring. Hal ini masih menjadi masalah untuk kelancaran kegiatan pembelajaran daring karena tidak semua siswa/i memiliki status perekonomian yang sama.

Namun ada saja dampak yang ditimbulkan dari pembelajaran daring. Dari segi negatif, misalnya:
1. Ada saja siswa/i yang salah mempergunakan waktunya untuk belajar onlinenya karena kesibukan yang dilakukan oleh mereka sendiri seperti menonton youtube, membuka instagram, facebook dan bermain game.
2. Banyak siswa/i yang melalaikan pembelajaran online karena mereka mengangap pembelajaran online sangat membosankan.
3. Kurangnya perhatian terhadap pembelajaran online sehingga terjadinya kurang pemahaman terhadap suatu mata pelajaran.
Tetapi pembelajaran daring tidak serta merta membawa hal negatif, ada pula segi positifnya. Misalnya:
1. Materi yang diberikan oleh guru/dosen dapat diakses kapan pun dan dimana pun oleh para pelajar.
2. Para pelajar juga bisa melakukan pembelajaran daring sambil melakukan suatu kegiatan yang positif pula.
3. Terhindar dari bahayanya Covid-19. Tentunya pembelajaran daring yang dilakukan sangat bermanfaat dan berguna untuk memutuskan rantai penyebaran wabah Covid-19.

Untuk itu, agar pembelajaran dapat dilakukan dengan cara tatap muka, ayo kita bersama-sama cegah Covid-19 ini dengan cara mematuhi protokol yang telah dianjurkan oleh pemerintah seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sehingga kita beraktivitas seperti sebelum terjadi penyebaran wabah Covid-19.***

*Ade Rahmawati, mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Loading...