Dana 2015 Menipis, Pemkab Lamsel Pangkas Kegiatan Satker

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Ir. Sutono, M.M.

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, pada  2015 mendatang dipastikan akan mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp55 miliar. Hal itu disebabkan menurunnya  Dana Alokasi Umum (DAU). Pada 2014 DAU yang diterima Lamsel mencapai Rp 88 miliar, sedangkan pada 2015 hanya Rp 83 miliar.

“Kami memperkirakan DAU akan naik 8 persen. Ternyata justru turun 4 persen. Makanya,  dipastikan Pemkab Lamsel akan mengalami kekurangan anggaran sekitar Rp55 milyar untuk kegiatan 2015,” ujar Sekkab Lamsel Ir. H. Sutono, MM, kepada Teraslampung.com, di ruang kerjanya, Kamis (9/10) sore.

Sutono menjelaskan, APBD Lampung Selatan, itu berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil.

Diungkapkannya, dalam menyusun rancangan anggaran untuk tahun 2015, pemerintah daearah telah memperkirakan APBD Lamsel bisa naik mencapai 8 persen hingga 10 persen. Namun, setelah diterbitkannya Surat Keputusan Peraturan Meteri Keuangan (SK-PMK), ternyata kenaikan DAU hanya mencapai 4 persen.

“Kalau DAU nya saja hanya naik 4 persen, bagaimana semua kegiatan bisa tercukupi. Maka dari itu, untuk bisa menutupi kekurangan anggaran kegiatan yang sudah direncanakan, Pemkab Lamsel akan mensiasatinya dengan cara memangkas kegiatan-kegiatan di beberapa satuan kerja yang sifatnya tidak terlalu penting,” ungkapnya.

Menurut Sutono, sebelumnya Pemkab Lamsel memperkirakan untuk DAU tahun 2015 bisa naik mencapai Rp93 miliar lebih. Ternyata,kenaikannya hanya Rp83 miliar atau lebih kecil dibanding DAU pada 2014 yang mencapai Rp88 miliar.

“Pemkab Lampung Selatan, dalam membuat rancangan anggaran tahun 2015 berdasarkan DAU pada tahun 2014. Maka, bisa ditemukan angka yang mencapai Rp1,5 triliun. Namun ternyata, SK-PMK yang diterbitkan tidak sesuai dengan rancangan APBD Lamsel yang telah dibuat. Oleh karena itu, Pemkab Lamsel dipastikan akan kekurangan anggaraan untuk ditahun depan,” katanya.

  • Bagikan