Beranda News Nasional Dana Aspirasi DPR Diduga untuk Kembalikan Modal Kampanye

Dana Aspirasi DPR Diduga untuk Kembalikan Modal Kampanye

149
BERBAGI
Ilustrasi uang (detik.com)

JAKARTA, Teraslampung.com — Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Coruption Watch (ICW) cabang Malang, M Taher Bugis menyebutkan, bahwa usulan dana aspirasi DPR sebesar Rp 20 miliar per anggota setiap tahun patut dicurigai sebagai usaha untuk mengembalikan modal saat kampanye Pemilihan Legislatif 2014.

“Selain untuk kepentingan pribadi, dana aspirasi sangat mungkin dimaksudkan untuk mengembalikan modal politik anggota Dewan selama kampanye Pileg 2014 lalu,” ujar Taher, melalui siaran persnya, Jakarta, Kamis (18/6).

Menurut Taher, bisa saja penerima dana aspirasi bukan masyarakat di daerah, tetapi mengalir ke partai dan para tim sukses yang mendukung anggota Dewan tersebut masuk ke Senayan. Selain itu, ia juga mempertanyakan mekanisme pertanggungjawaban penggunaan dana aspirasi tersebut.

“Tidak jelas pula asal muasal hingga muncul angka Rp20 miliar per anggota Dewan,” kata Taher.

Hal itu tentu saja akan menimbulkan potensi korupsi karena tidak ada aturan yang jelas dan pengawasan ketat. Yang akhirnya,  hanya akan menambah jumlah koruptor di DPR dan menyebarkan praktik manipulatif dan korupsi di daerah. Jika dana aspirasi diloloskan oleh pemerintah dan DPR, maka cara tersebut kemungkinan besar ditiru oleh anggota DPD dan DPRD.

“Mereka juga akan menuntut hal yang sama (dana aspirasi) dengan yang diterima oleh anggota DPR,” kata Taher.

Sementara itu, peneliti senior LIPI, Prof. Dr. Mochtar Pabottingi, mengatakan program aspirasi dapil parlemen merupakan tindakan sewenang-wenang merampas otoritas eksekutif dan akan menimbulkan anarki serta regresi pemerintahan.

Loading...