Beranda News Nasional Dana Aspirasi DPR Hanyalah Celengan untuk Menyuap Rakyat

Dana Aspirasi DPR Hanyalah Celengan untuk Menyuap Rakyat

127
BERBAGI
Uchok Sky Khadafi

JAKARTA, Teraslampung.com — Direktur for Center Budget of Analysis, Uchok Sky Khadafi, menyatakan dana aspirasi yang diusulkan oleh DPR hanyalah celengan suap kepada rakyat  (calon pemilih) untuk maju pada Pemilu ke depan.

“Dana aspirasi ini hanya untuk dana suap dari DPR untuk warga. Dana ini diharapkan menjadi dana celengan agar suatu saat nanti, warga yang menerima dana celengan ini mematuhi apa kehendak politik DPR,” kata Uchok, di Jakarta, Minggu (14/6).

Uchok menilai, berdasarkan skema dana yang diambil dari anggaran APBN hanyalah sebuah imbalan kepada rakyat untuk kepentingan anggota sendiri.

“Jauh lebih tepat jika anggota DPR memperjuangkan penyaluran dana desa yang sudah ada dapat diterima tepat sasaran. Bahkan, jika diperlukan, penyaluran dana desa ini ditingkatkan dari sebelumnya. Dana aspirasi bukan untuk membangun kebutuhan rakyat atau kepentingan rakyat agar bisa sejahtera,” kata dia.

Badan Anggaran DPR RI meminta dana aspirasi daerah pemilihan dinaikkan hingga Rp 15 miliar sampai Rp 20 miliar per anggota. Jika dikalikan 560 anggota DPR yang ada, estimasi total dana aspirasi mencapai Rp 11,2 triliun.

Ketua Badan Anggaran DPR Ahmadi Noor Supit mengatakan, dana aspirasi nantinya disetorkan ke pemerintah daerah sehingga tidak ada kesempatan bagi anggota DPR untuk melakukan penyelewengan dana.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, mengatakan dana aspirasi sebesar Rp 20 miliar per tahun bagi setiap anggota DPR, akan digunakan untuk menggantikan program-program pemerintah daerah yang tidak berjalan dengan baik. Salah satunya program Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dinilai tak efektif.

“Memang ini bisa dilakukan pemerintah daerah. Tetapi, ini koreksi dari proses perencanaan pembangunan yang belum berjalan baik, seperti Musrenbang. Kita punya list program untuk penajaman kembali fungsi Musrenbang itu,” ujar Andreas, usai menjadi narasumber dalam diskusi publik di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2015).

Loading...