Dana Keistimewaan DIY pada 2021 Mayoritas untuk Kebudayaan

  • Bagikan
Tugu Pal Putih atau Tugu Yogyakarta. Foto: krjogja.com

TERASLAMPUNG.COM — Alokasi Dana Keistimewaan (Danais) 2021 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan total pagu Rp 1,32 trliun akan difokuskan pemanfaatan bagi urusan-urusan keistimewaan, khususnya urusan kebudayaan.

Menurut otoritas Paniradya Kaistimewan,  lembaga di bawah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibentuk berdasarkan Perdais No. 1 Tahun 2019, dana sebesar itu Rp 776 miliar di antaranya dialokasikan untuk urusan kebudayaan.

“Untuk urusan tata ruang sebesar Rp 483 miliar, urusan kelembagaan sekitar Rp 35 miliar dan sisanya diperuntukkan untuk urusan pertanahan. Urusan kebudayaan diselenggarakan untuk memelihara dan mengembangkan hasil cipta, rasa, karsa dan karya yang berupa nilai-nilai, pengetahuan, norma, adat istiadat, benda, seni dan tradisi luhur yang mengakar dalam masyarakat DIY,” Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho, Minggu (3/1/2021).

Aris Eko Nugroho menconthkan pemanfaatan urusan kebudayaan ini contohnya proses pengadaan lahan pembangunan pelabuhan Gesing, kemudian skema Bantuan Khusus Keuangan (BKK) pada pemerintah Kaluharan bagi Desa Mandiri Budaya sebesar Rp 18 miliar.

Terkait evaluasi pemanfaatan Danais 2020 sendiri, Aris menyampaikan dari sisi penyerapan sudah mencapai hampir 96 persen pada pekan terakhir Desember 2020. Pandemi Covid-19 juga berpengaruh terhadap penyerapan Danais 2020 karena ada kegiatan yang berbeda yaitu kegiatan tanpa kerumunan karena memang tidak diperbolehkan. Bahkan ada beberapa kegiatan fisik seperti pembangunan Gedung Paniradya Kaistimewan pada 2020 yang terpaksa ditunda.

“Kami mencoba melakukan perubahan khusus pemberdayaan masyarakat tahun ini, semisal beberapa OPD di DIY kita kenalkan pemanfaatan Danais. Contohnya Disnakertrans DIY, DKP DIY untuk pelatihan budidaya perikanan, DPKP DIY untuk lumbung pangan dan sebagainya,” katanya.

KRJogja

Loading...
  • Bagikan