Dapodik Sebagai Rujukan Perumusan Kebijakan dan Program

  • Bagikan
Peluncuran Dapodik dan Kuliah Dalam Jaringan (Daring) di Kantor Kemendkbud, Rabu (15/10). Foto: dok Kemenikbud)

Jakarta, Teraslampung.com —  Kementeria Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Berbasis Dalam Jaringan (daring) dan Kuliah Daring, di Kantor Kemendikbud, di Jakarta, Rabu (15/10). Dua program tersebut diluncurkan secara resmi oleh Wakil Presiden Boediono.

Peluncuran Dapodik tersebut, menurut Mendikbud M. Nuh, merupakan upaya Kemendikbud untuk membuat terobosan terkait data pokok pendidikan yang akan dijaikan rujukan perumusan kebijakan dan program pendiikan.

“Data sahih yang didapat adalah sebagai rujukan perumusan kebijakan dan program seperti pemberian beasiswa, dan peningkatan angka melanjutkan dari satu jenjang ke jenjang berikutnya,” kata M. Nuh.

Untuk mendapatkan data yang sahih, kata Nuh, penyusunan data tersebut dibagi dalam tiga tahap yang dikelola oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kemdikbud. Yakni tahap pengumpulan, tahap pengelolaan, dan tahap pendayagunaan.

Data-data tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber, yaitu Direktorat Jenderal PAUDNI, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Setelah data tersebut dikumpulkan, maka diintegrasikan serta diverifikasi dan validasi oleh PDSP.

Mendikbud M. Nuh menegaskan,  salah satu keunggulan dari sistem Dapodik yang diluncurkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Boediono antara lain adalah tersedianya informasi identitas tunggal siswa.

“Melalui identitas tunggal siswa diharapkan dapat diketahui perkembangan siswa mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan jenjang pendidikan tinggi.Selain itu juga dapat diketahui status siswa tersebut apakah masih bersekolah atau putus sekolah. Bahkan lebih jauh dapat diketahui juga perkembangan prestasi belajar siswa,” kata dia.

Dewi Ria Angela/R/kemendikbud

  • Bagikan