Beranda News Sosial Dapur Umum Bersama ACT Lampung di Tulangbawang Mulai Layani Relawan dan Warga

Dapur Umum Bersama ACT Lampung di Tulangbawang Mulai Layani Relawan dan Warga

263
BERBAGI

TERASLAMPUNG  — Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung terus bergerak membantu warga terdampak angin puting beliung di Kecamatan Banjar Margo dan Banjar Agung Kabupaten Tulangbawang.

Relawan kembali membagikan 35 paket Bahan Pokok berupa beras, minyak goreng, gula putih dan kue kaleng di Desa Tri Tunggal Jaya dan Dwi Warga Tunggal Jaya. Setelah sebelumnya menyerahkan bantuan bahan pokok melalui Posko Bersama yang didirikan bebeberapa ormas.

Sabtu (23/05) Dapur Umum yang diinisiasi ACT Lampung, Gerakan Pramuka, Komunitas Mata Kaman dan Janis mulai melayani relawan dan warga terdampak.

Kepala Program ACT Lampung Regina Locita Pratiwi mengatakan pada hari ke – 2 penyaluran bantuan pada Jum’at (22/05), relawan door to door menyambangi setiap penerima manfaat yang terdampak angin puting beliung untuk menyerahkan bantuan bahan pokok.

Kemudian relawan menyiapkan Dapur Umum Bersama berupa perlengkapan masak dan bahan pokok di Meunasah Al-Tuba Desa Dwi Warga Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Agung Tulang Bawang.

Dapur Umum tersebut akan mensupplai kebutuhan makanan untuk relawan yang berjibaku membersihkan puing-puing bangunan maupun berkeliling memenuhi kebutuhan warga terdampak. Setelah melalui berbagai pertimbangan, lintas organisasi menyimpulkan diperlukan sarana Dapur Umum. Nantinya makanan yang disiapkan tidak menutup kemungkinan juga dinikmati warga terdampak.

Selain itu, penyaluran bantuan juga menyasar guru yang turut terdampak angin Puting Beliung, bahan pokok sudah diserahkan kepada 5 guru di Desa Dwi Warga Tunggal Jaya melalui program Sahabat Guru Indonesia (SGI).

Regina mengatakan, saat ini tim sudah mengassesment empat kampung di dua Kecamatan yang terdampak bencana angin puting beliung. Informasi yang didapat akan disampaikan kepada masyarakat, mitra dan donatur.

Bantuan sangat dibutuhkan mengingat sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri dan sedang kondisi Pandemi Corona. Bisa dibayangkan betapa duka menyelimuti saat hari Raya dengan kondisi rumah hancur dan minimnya ketersediaan bahan pokok.

Loading...