Dari Balik Jeruji: Tokoh Adat Ajak Pilih dan Menangkan Jokowi

  • Bagikan
Add caption
Ahmad Marhaen/Teraslampung.com
PALEMBANG – Agar sumber daya alam (SDA) di Indonesia tidak habis dan tidak ada konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan dan pemerintah, sudah seharusnya para petani, akademisi, dan para penggiat lingkungan hidup, untuk memilih pasangan Jokowi-JK.

“Saya ditahan ini karena negara tidak berpihak pada rakyat, dan negara tidak peduli dengan persoalan lingkungan hidup. Sebab aura Orde Baru masih kuat di negara ini. Untuk mengubah atau memperbaiki hal ini, hanya Jokowi yang mampu mengubahnya. Marilah kita bersatu dan memilih Jokowi pada Pilpres nanti,” kata Muhammad Nur, warga Tungkalulu, Kabupaten Musi Banyuasin, yang saat ini ditahan di Mapolda Sumsel,karena dituduh melakukan perambahan hutan Suaka Margasatwa Dangku, Kamis (2/7/2014).

Dikatakan Nur, visi dan misi pembangunan yang dijalankan pemerintah Indonesia saat ini, khususnya Sumatera Selatan, berorientasi pada eksplorasi sumber daya alam (SDA). Misalnya menjadikan Sumsel lumbung energi, yang turunanya berupa pembukaan lahan pertambangan batubara yang banyak.

“Termasuk pula perkebunan sawit dan HTI, yang merampas tanah adat, yang saat ini sudah memiskinkan rakyat,” kata Nur, yang merupakan tokoh adat dari Marga Tungkalulu. 

Nur bersama ribuan masyarakat lainnya, sejak tahun 2012 menguasai Dangku. Alasannya, kawasan Dangku merupakan tanah adat. Sementara pemerintah mengklaim sebagai kawasan margasatwa.

“Apanya margasatwa? Tidak ada lagi ada hewan di sana. Hutan sudah habis karena ilegal longging. Bahkan ada beberapa perkebunan milik perusahaan sudah masuk ke wilayah Dangku,” katanya.

Nah, master plan percepatan, perluasan dan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diusung Prabowo-Hatta, merupakan kelanjutan dari apa yang dijalankan pemerintah saat ini. 

“Bahkan kalau MP3EI itu dijalankan secara utuh, kondisi kami akan lebih buruk lagi. Desa akan
habis. Hutan akan habis,” katanya.

“Guna menghindari ancaman tersebut, saya mengajak semua petani, akademisi, para penggiat lingkungan hidup, termasuk rakyat Indonesia yang masih peduli dengan masa depan bangsa dan negara ini, untuk bersatu memilih dan memenangkan Jokowi sebagai presiden,” imbuhnya.

  • Bagikan