Beranda Teras Berita Dari Lampung untuk Korban Sinabung

Dari Lampung untuk Korban Sinabung

205
BERBAGI

Rini K/Lampung Peduli

Bandarlampung--“Aku mau sekolah, Bang,” ujar seorang bocah kepada Tim Ubah Arah LAMPUNG PEDULI, yang melawat korban erupsi Sinabung. Keceriaan yang terbit sebelumnya tatkala menggocek bola bersama rekan-rekan seusianya seolah sirna. “Sudah lama aku tidak sekolah,” keluhnya mengundang iba.

Di tepi lapangan, segerombol anak–anak perempuan bermain lompat tali. Memanfaatkan karet gelang bekas pengikat bungkus makanan. Debu–debu bercampur abu yang beterbangan seolah ikut meramaikan suasana.

Aura kebosanan seolah–olah melingkupi pengungsian yang tersebar di tempat– tempat ibadah di sekitar Gunung Sinabung.

Sejak letusan besar pada 21 Januari 2014 , warga radius 3 KM belum diperbolehkan kembali ke rumah. Warga pun mondok di pengungsian. Menggantungkan diri kepada uluran tangan para dermawan.

Masa gawat darurat dianggap pemerintah telah lewat, tapi dari kejauhan masih terlihat asap hitam mengepul di puncak gunung pada medio Maret.

Keberadaan LAMPUG PEDULI (LP) di Karo, Sumatera Utara, mengantar donasi kemanusiaan masyarakat Lampung untuk korban Sinabung secara langsung.

Terbatasnya dana masyarakat yang terkumpul memaksa LP berkreasi agar bantuan benar-benar berguna, bermakna, dan tepat sasaran. Penyaluran paket pendidikan untuk pelajarlah yang LP lakukan selain tambahan sembako.

Sebagai lembaga kemandirian sosial dan kemanusiaan lokal, sejak pendiriannya tiga belas tahun silam, LP berjuang untuk menggenjot kepedulian sosial masyarakat Lampung lebih cepat lagi.
“Walaupun masyarakat masih mudah teralih isu,” ungkap Umar, manajer LAZ LAMPUNG PEDULI.

“Contoh paling dekat bencana Sinabung yang disusul bencana Kelud. Masyarakat yang awalnya membantu Sinabung, berubah haluan berempati kepada korban Kelud.”

LAMPUNG PEDULI mengajak masyarakat untuk menunaikan ibadah hartanya, menyalurkan kepedulian sosialnya sepanjang waktu melalui koordinasi lembaga yang dipercaya. Bencana tidak memilih waktu maupun korbannya untuk dijadikan seketika duafa.

Sahrul, tokoh masyarakat yang setia menjaga Posko Masjid Agung Karo, mengucapkan terima kasih untuk bantuan masyarakat Lampung. “Hanya Allah yang membalasnya,” ujarnya.

|Editor: Panji Utama

Loading...