Dari Malaysia, Ribuan Pekerja Migran Indonesia Siap Masuk Batam, Tempat Karantina Terbatas

Komandan Korem Wira Pratam, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu
Komandan Korem Wira Pratam, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, BATAM — Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) yang selama ini bekerja di Malaysia sudah terdaftar untuk pulang ke Indonesia melalui pintu perbatasan Batam, Kepulauan Riau. Begitu masuk Batam, mereka harus menjalani karantina selama 10 hari. Masalahnya, penampungan untuk para PMI di Batam sangat terbatas.

Menurut Komandan Satgas Perlintasan PMI, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, selain ribuan PMI masih ada jutaan orang yang sudah siap mendaftar masuk ke wilayah Indonesia melalui pintu Batam ini,” kata Jimmy, dikutip dari terasbatam.id, Sabtu, 18 Desember 2021.

“Kami sudah lapor kepada pak Gubernur, kepada Pak Walikota untuk menyiapkan kantong-kantong karantina terpusat itu,” kata Jimmy.

Jimmy mengatakan, terkait dengan laporannya kepada Gubernur Kepri dan Walikota Batam maka sudah ada tambahan tempat lain selain Rusun Pemko dan Rusun BP Batam, yaitu Asrama Haji Batam dan  Bapelkes Marina.

“Asrama haji sudah dipakai hampir 150 orang,” kata Jimmy.

Permintaan Danrem 033 WP tersebut menyebabkan Asrama Haji yang sebelumnya sudah dihentikan sebagai tempat karantina pasien Covid-19 kembali dibuka untuk karantina PMI.

Menurut Jimmy, berdasarkan catatan Satgas Perlintasan PMI sejak periode 9 November hingga 17 Desember tercatat sudah 250 orang PMI yang positif terjangkit Covid-19, sekitar 95 persen berasal dari Malaysia.

Sedangkan total PMI yang menjalani karantina saat ini sebanyak 2.500 orang dan yang menjalani perawatan dengan status positif Covid-19 sebanyak 65 orang di RSKI Pulau Galang.

“Berdasarkan sampling yang kami kirim ke Balitbangkes di Jakarta, belum ada yang terkonfirmasi Omicron, semua masih clear,” kata Jimmy.

TERASBATAM.ID