Beranda News Peristiwa Data Center IDC Terganggu, Sejumlah Portal Berita Tumbang

Data Center IDC Terganggu, Sejumlah Portal Berita Tumbang

289
BERBAGI
Ilustrasi produk server Supermicro (Foto: Supermicro)

TERASLAMPUNG.COM — Portal berita teraslampung.com dan sejumlah portal besar berbasis di Jakarta tumbang alias tidak bisa diakses pada Sabtu sore (6/10). Dilansir kumparan.com, matinya sejumlah website tersebut karena gangguan pada data center Internet Data Center (IDC) Indonesia.

Chairman IDC Indonesia, Johar Alam Rangkuti, mengatakan data center IDC sudah kembali pulih sejak pukul 18.00 WIB. Johar menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan ini kepada para klien dan publik.

Di situs idc.co.id, muncul keterangan bahwa saat ini situs tersebut sedang tidak bisa diakses. Ketika pusat datanya terganggu, maka situs yang memanfaatkan layanan IDC jadi terganggu.

Ketika teraslampung.com melakukan  konfirmasi kepada perusahaan penyedia hosting tempat teraslampung.com menaruh server, teknisi perusahaan berbasis di Jakarta yang merupakan cabang Amerika Serikat itu mengatakan bahwa sedang ada gangguan.

“Maaf ada gangguan listrik dan genset di data center IDC Duren Tiga. Semua server padam, termasuk juga punya detik.com di sana. Saat ini sedang ditangani oleh pihak data center. Belum ada estimasi dari pihak datacenter, dan kami masih mengharapkan segera normal kembali. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,”katanya.

Selain teraslampung.com dan detik.com, situs web yang tak bisa diakses sejak Sabtu sore adalah Merdeka.com dan Okezone.com. Situs-situs tersebut juga menampilkan informasi yang mengatakan bahwa layanan sedang dalam perawatan teknis.

Meskipun disebutkan bahwa masalah server di IDC sudah normal pada pukul 18.00 WIB, tetapi server teraslampung.com baru normal setelah pukul 20.30 WIB.

Kumparan melansir, pendiri sekaligus Chairman IDC Johar Alam Rangkuti mengungkap alasan tumbangnya pusat data yang berlokasi di Duren Tiga, Jakarta Selatan tersebut. Hal ini dikarenakan ada salah satu genset-nya yang terkunci dan tak bisa dipakai untuk menopang daya ketika perusahaan sedang melakukan upgrade kapasitas listrik PLN.

Manajemen IDC telah merencanakan untuk melakukan upgrade listrik PLN sejak pukul 10 pagi. Dari kapasitas daya 2 megawatt, IDC ingin meningkatkan kapasitas listrik yang lebih tinggi. Upgrade kelistrikan dari PLN ini dijadwalkan selesai sekitar pukul 16.00.

Selama proses upgrade listrik PLN ini, daya dialihkan ke 2 genset yang totalnya memiliki daya 2 megawat. “Kedua genset ini seharusnya bisa menopang daya untuk kebutuhan data center IDC sampai proses upgrade listrik PLN selesai di sore hari,” kata Johar.

Di tengah jalan, salah satu genset tiba-tiba tak bisa digunakan. Statusnya terkunci (lock) dari sistem pengoperasian data center IDC. Hal tersebut dikarenakan controller genset yang tidak bisa mengaktifkan genset. Oleh karena itu, kapasitas sisa daya pada data center yang tersisa tidak bisa maksimal. Alhasil, hanya satu genset yang bisa digunakan dan itu tidak cukup untuk menopang daya.

“Ada 2 genset, yang statusnya “lock” hanya 1 diantara 2 genset itu. Beban listrik IDC 3D itu 2 megawatt, masing-masing genset 1 megawatt. Maka dengan adanya hanya 1 genset, tidak memungkinkan dinyalakan genset lagi untuk beban listrik,” jelas Johar.

Genset yang terkunci ini membuat IDC akhirnya mematikan seluruh server yang mereka operasikan dan membuat situs web yang memanfaatkan jasa IDC menjadi tak bisa diakses oleh publik.

Loading...