Beranda News Nasional Datang ke Istana Negara, AHY Sebut Diundang Jokowi

Datang ke Istana Negara, AHY Sebut Diundang Jokowi

287
BERBAGI
Presiden Jokowi melakukan pertemuan empat mata dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Mei 2019. TEMPO/Friski Riana
Presiden Jokowi melakukan pertemuan empat mata dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Mei 2019. TEMPO/Friski Riana

TERASLAMPUNG.COM — Presiden Joko Widodo (Jokow)i bertemu Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

Sekitar pukul 15.44 WIB, AHY tiba di halaman Istana Kepresidenan Jakarta. Putra Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu mengenakan batik lengan panjang berwarna hitam, celana dan sepatu dengan warna senada. Ia juga memakai kacamata hitam.

AHY enggan mengungkapkan topik yang akan dibicarakan dengan Jokowi. Ia meminta awak media untuk menunggu setelah pertemuan. AHY juga menuturkan bahwa kedatangannya merupakan undangan dari Jokowi. “Iya diundang,” kata AHY sembari masuk menuju Istana Merdeka.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan rencana pertemuan Jokowi dengan AHY merupakan upaya merangkul Partai Demokrat untuk berkoalisi dengan pemerintah.

Moeldoko tak menampik adanya pembahasan mengenai pemilu dalam pertemuan tersebut. Pasalnya, kata dia, prinsip pemerintahan yang efektif adalah mencari teman sebanyak mungkin.

“Sebanyak mungkin koalisi yang semakin kuat. Politik sangat dinamis. Dalam 5 menit terakhir bisa berubah sangat cepat, bisa saja yang berada di sana berada di sini. Sangat dinamis,” kata dia.

Menurut Moeldoko, pemerintah selalu menyambut baik jika ada partai oposisi yang merapat ke pemerintah. Namun dengan pertimbangan bisa diterima oleh partai yang sejak awal berkoalisi.

Simak juga: Sandiaga Bersyukur Jokowi Akui Ada Kecurangan Pemilu

“Tapi sekali lagi perlu dicari jalan yang terbaik bagaimana membangun koalisi yang semua pihak menerima dan pemerintah menjadi sangat efektif,” katanya.

Tempo.co

Loading...