Beranda Pendidikan Kabar Buku “Daun-daun Hitam”, Kumpulan Cerpen dan Sketsa tentang Kesederhanaan dan Kebinekaan

“Daun-daun Hitam”, Kumpulan Cerpen dan Sketsa tentang Kesederhanaan dan Kebinekaan

953
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com —Indepth Publishing dan Caritas Tanjung Karang bekerja sama menerbitkan Daun-daun Hitam, buku kumpulan cerpen dan sketsa karya cerpenis Yuli Nugrahani dan perupa Dana E. Rachmat.

“Penerbitan buku ini memanfaatkan momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, untuk menghormati kesejatian manusia yang memiliki keragaman cara pandang, budaya, etnis dan keyakinan,” kata Humas Indepth Publishing, Andi, di Bandarlampung, Rabu (20/8).

Buku ini memuat 12 cerpen dari cerpenis Lampung, Yuli Nugrahani dan 12 sketsa yang dibuat oleh pelukis Lampung Dana E. Rachmat. Ke-12 cerpen dan 12 sketsa ini menggambarkan kesederhanaan yang mencuat dari keragaman masyarakat, khususnya masyarakat Lampung. Hal-hal yang sepele yang mudah kita jumpai sehari-hari di sekitar kita.

Dalam cerpennya, Yuli Nugrahani juga mengungkapkan kesederhanaan. Misalnya pada cerpen Menuntut Bukti (halaman 36), Yuli melukiskan seorang tokoh perempuan tua yang merindukan suaminya yang hilang pada sebuah peristiwa pertikaian.

Pergulatannya dalam masa penantian itu dilukiskan untuk menandaskan bahwa seorang yang hilang, sangat besar artinya bagi orang yang kehilangan. Seseorang yang hilang, bisa jadi dianggap biasa dalam surat kabar atau media, tapi kehilangan itu memberi pengaruh pada seluruh hidup orang yang dekat, orang yang mencintainya.

Sementara sketsa Dana E. Rachmat yang berjudul Pak Lik Wagimin, Puncak Betung, 21 April 2007 (hal x), menggambarkan seorang laki-laki yang berdiri dengan tongkat di dekat api unggun, terlihat sangat sederhana dan biasa. Namun, lukisan ini juga istimewa karena mampu mengabadikan seorang manusia yang dekat dengan alam, yang mungkin keberadaannya tidak diingat oleh manusia-manusia jaman kini yang sudah jauh dari alam.

Menurut Andi, buku Daun-daun Hitam berusaha menampilkan hal-hal yang biasa yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang.

Dalam kata pengantar, Uskup Tanjung Karang , Y. Harun Yuwono, mengatakan melalui buku ini ada undangan kemanusiaan dari penyusunnya bagi kita untuk menunjukkan jalan bagi yang tersesat, membantu menemukan orang-orang yang kehilangan, memperhatikan orang-orang seperti Mak Unti, membela yang tertindas seperti Sar dan keluarganya, menjaga kebhinekaan yang harmonis tanpa pernah menodainya dnegan laku yang membawa traumatis.

“Menjaga dan membela lingkungan hidup, dan meretas human trafficking,” tulis Y. Harun Yuwono dalam kata pengantarnya.

Yuli Nugrahani merupakan salah satu penulis prosa berbakat asal  Lampung. Sedangkan  Dana E Rachmat sudah lama malang melintang dalam dunia seni di Lampung, Sumatera, bahkan nasiona;. Sejak 1988 Dana  menekuni bidang jurnalistik sebagai karikaturis, kartunis, llustrator dan penulis/pengamat budaya. Dana pernah menjadi ilustrator di harian Lampung Post, Trans Sumatera, dan sejumlah media lokal lainnya.

Hingga pertengahan bulan Agustus 2014, buku ini sudah tersebar di beberapa komunitas sosial dan sastra yang ada di Indonesia khususnya di Sumatera, Jawa, Madura, dan Kalimantan.

“Sejauh ini komunitas yang sudah merencanakan untuk mengadakan perbincangan berdasar buku ini dan akan dihadiri oleh penulisnya adalah Komunitas Kampoeng Jerami Sumenep (5 September), Komunitas Pelangi Sastra Malang (6 September), Komunitas MAVI Malang (6 September) dan sebuah komunitas penulis muda di Yogyakarta (12 September),” kata Andi. (R/Dewira)

Loading...