Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara DBD di Lampura, Satu Warga Kotabumi Meninggal

DBD di Lampura, Satu Warga Kotabumi Meninggal

263
BERBAGI
Suasana rumah Gilang Ramadhan yang meninggal akibat penyakit DBD.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai memakan korban di Lampung Utara. ‎Korbannya bernama Gilang Ramadhan (11), putra penjaga kantor Inspektorat Lampung Utara.

Putra pertama pasangan Mahmudin dan Jeprida ini mengembuskan napas ter‎akhirnya setelah sempat dirawat sekitar 10 jam di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, Bandarlampung, Rabu (23/1/2019) sekitar pukul 06.30 WIB.

Sebelum dilarikan ke Bandarlampung, almarhum juga sempat dir‎awat sekitar lima jam lamanya pada Senin sore (21/1/2019).

“Almarhum masuk ke RSU Ryacudu, Kotabumi pada Senin sore,” terang Hakki Husin, kerabat almarhum yang masih berstatus kakek almarhum di rumah duka.

Sepengetahuannya, almarhum diketahui sakit sejak Jumat pekan lalu. Namun, lantaran tak kunjung membaik, siswa kelas SMPN 3 Kotabumi itu akhirnya dibawa ke RSU Ryacudu sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun, pihak RSUR akhirnya memutuskan untuk merujuk korban ke RSU Abdul Muluk di Bandarlampung pada pukul 22.00‎. Hingga akhirnya didapati kabar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia.

“Hasil diagnosa dokter cucu saya itu terkena penyakit DBD‎ dan terpaksa dirujuk ke Bandarlampung,” jelasnya.

Di tempat sama, Izal, paman almarhum mengatakan bahwa keponakannya itu sakit sejak Jumat pekan lalu. Hasil pemeriksaan dokter, keponakannya itu terkena penyakit DBD.

“Kabar tentang meninggalnya Gilang kami dengar pagi ini,” terangnya.

‎Keduanya berharap akan ada langkah konkret dari instansi terkait supaya peristiwa serupa tidak lagi terulang kepada warga lainnya di kemudian hari. Langkah konkret itu berupa sosialisasi bagaimana ciri penyakit DBD, dan tindakan pencegahan, serta apa yang harus dilakukan saat ada kerabat yang terkena DBD.

“Pemerintah harus lakukan tindakan pencegahan dan sosialisasi seputar ciri khas penyakit DBD berikut pencegahannya. Cukup keluarga kami saja yang menjadi korban. Jangan ada lagi!!” tegas dia.

Pantauan di rumah duka, kerabat dan teman sekolah almarhum terlihat ramai melayat sejak pagi meski jenazah almarhum masih dalam perjalanan dari Bandarlampung.

Loading...