Debat Publik Ketiga, Tony-Antoni Sampaikan Program Kerja dengan Lugas

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan menggelar debat publik ketiga Pilkada Lampung Selatan 2020 di Hotel Radin Inten, Candimas, Natar, Senin (30/11/2020) malam.

Dalam debat publik ketiga dengan mengangkat tema “Sinergi Pembangunan Demi Memperkokoh NKRI serta Strategi Penanggulangan Covid-19 dan Narkoba” itu menghadirkan tiga kandidat Cabup dan Cawabup Lampung Selatan. Yakni paslon nomor urut 1 Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewangsa, paslon nomor urut 2 Tony Eka Candra-Antoni Imam, dan paslon nomor urut 3 Hipni-Melin Haryani Wijaya.

Ketiga paslon menyampaikan visi misi dan program kerjanya. Mereka juga saling menanggapi pertanyaan dan jawaban yang diberikan panelis secara terbuka yang dibagi enam segmen.

Ketiga panelis dalam debat publik tersebut adalah, Dr. Abdul Syukur, M.Ag Wakil Dekan 3 UIN Radin Intan, Dr. Ari Damastuti, dosen FISIP Unila, dan Asih Murwiati, SE, MM., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila.

Masing-masing Paslon menguatarkan program kerjanya serta tanggapan dan upaya para Paslon dalam menangani masalah-masalah yang ada di lampung Selatan kedepan.

Paslon nomor urut 2, Tony Eka Candra-Antoni Imam terlihat begitu tenang menyampakan visi-misi dan program kerjanya dan secara lugas dan gamblang menyampaikan gagasan dan wawasannya serta menjawab pertanyaan dari panelis dan kedua paslon secara arif.

Dalam pemaparan visi misi dan program kerja, Tony Eka Candra mengatakan, visi dan misi Tony-Antoni adalah untuk mewujudkan sinergisitas pembangunan demi memperkokoh NKRI yaitu melalui konsepsi pembangunan sebagai implementasi empat pilar kebangsaan, menarik sebesar-besarnya DAK, dukungan program pelaksanaan strategis Nasional dan Provinsi, mewujudkan MANTAP Infrastruktur, kemudahan perizinan investasi dan bebas pungli.

Strategi penanggulangan Covid-19, lanjut Tony, yaitu perkuatan daya dukung Puskesmas dan RS Bob Bazar, sinergisitas aparatur pemerintah dan kelembagaan masyarakat, pelayanan kesehatan gratis, antisipasi dampak sosial ekonomi yakni dengan pendidikan gratis dan memberikan beasiswa, lumbung pangan, bantuan koperasi dan UMKM, relaksasi dan retribusi pajak daerah, peningkatan Tukin SN, peningkatan isentif honorer, perangkat desa, pemuka agama, DPD, LPM, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, pendamping desa, PKH, Linmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Upaya pencegahan dan pemberantasan perdaran gelap narkoba, yakni melalui akomodasi dan materi P4GN dalam kurikulum muatan lokal (Mulok), pembentukan satgas anti narkoba setiap Kelurahan/Desa, sinergisitas instansi pemerintah, BNN dan kepolisian, kelembagaan masyarakat dan layanan medis dalam layanan implementasi pemerintahan,”paparnya.

Menanggapi pertanyaan panelis yang mana ketiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan memiliki visi yang sama untuk mewujudkan masyarakat Lampung Selatan yang sejahtera, lalu apa saja program unggulan yang ditawarkan dan bagaimana upaya merealisasikan program tersebut untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Tony Eka Candra menegaskan, APBD sesungguhnya milik rakyat yang harus dikembalikan kepada rakyat. Bupati atau kepala daerah, sesungguhnya hanya mendapatkan mandat dari rakyat untuk menggunakan APBD itu sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Apabila terpilih menjadi Bupati dan Wakil bupati Lampung Selatan, Tony-Antoni akan membebaskan seluruh biaya pungutan seperti pendidikan, kedua akan memberikan kesejahteraan kepada petani dan ketiga akan membebaskan biaya kesehatan hanya cukup dengan KTP saja masyarakat bisa berobat secara gratis baik di puskesmas, RS Bob Bazar dan RS rujukan.

Selanjutnya, akan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program UMKM dengan memberikan sebesar Rp 250 juta/desa satu tahunnya untuk 10 kelompok UMKM dengan anggota masing-masing 20 orang. Sehingga dalam satu tahun, ada 200 keluarga yang terhimpun dalam UMKM dan selama empat tahun maka akan ada 800 keluarga yang terhimpun didalam UMKM tersebut.

“Oleh karena itu, kami Tony-Antoni, akan membuat lumbung pangan bagi masyarakat tidak mampu atau kesulitan ekonomi akibat PHK, lalu gagal panen dan akibat bencana dan akan menaikkan tunjangan guru honorer, guru mengaji dan lainnya,”jelasnya.

Kemudian ketika menjawab pertanyaan lainnya dari panelis, terkait visi dan misi dari tiga paslon yang sepakat mewujudkan dan meningkatkan masyarakat Lampung Selatan bermartabat dan berintegritas berbasis nilai-nilai kebangsaan, kearifan lokal dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan beragama.

Secara lugas Antoni Imam mengatakan, bermartabat dan berintegritas tentunya dalam berbagai aspek. Pertama dalam aspek kesehatan, jangan ada lagi warga tidak mampu tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang semestinya. Dalam bidang pangan, tentu saja tidak boleh ada lagi warga karena alasan tertentu tidak mendapatkan pangan yang layak. Oleh karena itu, Tony-Antoni berkomitmen adanya program lumbung pangan.

“Untuk kehidupan kebangsaan antar agama dan antar suku, kami Tony-Antoni berkomitmen bagaimana kita menjadi fasilisator yang memfasilitasi kerukunan antar umat beragama,”ungkapnya.

Tony Eka Candra menambahkan, seluruh program pembangunan yang ada di Lampung Selatan, harus dan wajib mengacu pada empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinika Tunggal Ika dan NKRI. Karena hal ini adalah pemikat Indonesia sebagai negara kesatuan dan negara yang berkebangsaan.

“Oleh karenanya kedepan, seluruh program pembangunan di Lampung Selatan selain harus mengacu pada program pembangunan Provinsi dan program Nasional juga harus mengacu pada empat pilar kebangsaan tersebut yang sudah kita sepakati bersama. Dibidang kemiskinan, kita harus bermartabat karena saat ini sebanyak 114 ribu masyarakat Lamsel hidup dibawah garis kemiskinan,”pungkasnya.

Diketahui, Pasangan calon (Paslon) Calon bupati dan Wakil bupati Lampung Selatan nomor urut 2, Tony Eka Candra-Antoni Imam atau dikenal dengan pasangan Tony-Antoni diusung koalisi partai Golkar, PKS dan Demokrat.

 

  • Bagikan