Beranda News Pilbup Debat Publik Pilbup Lampura, Antar-Paslon Saling Sindir

Debat Publik Pilbup Lampura, Antar-Paslon Saling Sindir

484
BERBAGI
Suasana debat publik Pilbup Lampung Utara, Senin malam (30/4/2018)

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Debat publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara periode 2019 – 2024 di Aula Hotel Graha Wisata, Abung Selatan, Minggu malam (30/4/2018) diwarnai aksi saling sindir antarpasangan calon.

Ketiga pasangan calon yang ikut dalam debat publik tadi malam adalah mantan Bupati Zainal Abidin – M. Yusrizal (nomor urut 1), dan Aprozi Alam – Ice Suryana (nomor urut 2), serta Agung Ilmu Mangkunegara – Budi Utomo (nomor urut 3).

Aksi saling sindir ini berawal saat Zainal Abidin diminta memaparkan pelbagai ‎visi dan misinya jika ia dan pasangannya terpilih sebagai pemimpin Lampung Utara.

Dalam debat yang dimoderatori oleh Juwendra Asdiansyah itu, Zainal mengatakan, ada sejumlah bidang yang menjadi fokus utama mereka. Di antaranya pembangunan polsek di tiap kecamatan, pembangunan puskesmas desa, menambah dana desa sebesar Rp150 juta/desa.

“Membangun Lampung Utara‎ ini bukan hanya sebatas ucapan tapi harus dengan hati dan kerja yang maksimal. Semua pihak harus dirangkul tanpa terkecuali,” papar Zainal di hadapan peserta debat.

‎Selain bidang keamanan, bidang perekonomian juga menjadi prioritas utama mereka. Inilah alasan mengapa mereka akan menyiapkan bantuan sebesar Rp150 juta/desa. Bantuan ini untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di pedesaan melalui penggalian, pelatihan dan pembinaan terhadap tiap potensi ekonomi dan warga desa.

Debat Publik Pilbup Lampura, Senin malam(30/4/2018)

“Warga desa harus diberdayakan dan diberikan pengetahuan tentang berwirausaha ‎karena dengan begitu akan ada peluang – peluang kerja baru bagi warga di sekitar mereka,” jelasnya.

Seluruh pemaparan yang disampaikan oleh Zainal Abidin rupanya memantik reaksi Agung Ilmu Mangkunegara (bupati non aktif).‎ Secara tersirat, ia membanding – bandingkan kondisi sebelum kepemimpinannya dan masa kepemimpinannya.

Menurutnya, sebelum berbicara seputar visi dan misi hendaknya calon pemimpin itu m‎emiliki pelbagai data pendukung yang valid. Tanpa data yang akurat dikhawatirkan calon pemimpin itu akan dicap sebagai orang yang suka ‘omdo (omong doang).

Bupati non aktif itu langsung memaparkan capaian kinerja berikut keberhasilan – keberhasilan yang telah diraihnya bersama jajarannya. Menurutnya, apa yang sedang direncanakan oleh pesaingnya telah lama dilakukan oleh pemerintahannya selama ini.

Tingkat kriminalitas juga telah jauh menurun dibandingkan dengan tahun – tahun sebelum ia memimpin. ‎Sebelumnya kepemimpinannya, jumlah kasus kejahatan mencapai sekitar 3000 kasus, namun di masa kepemimpinannya sekarang jumlahnya hanya menjadi 500 kasus saja.

“Rakyat butuh calon bupati yang bisa berikan solusi dari pelbagai persoalan bukan calon yang hanya memberikan janji – janji muluk. Semua capaian ini dilanjutkan,” tegas dia.

Loading...