Beranda Views Kopi Pagi Deklarasi Malaikat

Deklarasi Malaikat

282
BERBAGI

Edi Sutarto

Menyelami ayat 32 di Al Baqoroh, maka sesunguhnya tdk ada kecerdasan seseorang tanpa campur tangan Allah. Sesuatu yang kita pelajari bila kita memahaminya, maka itu karena karunia Allah. Ini seumpama kita memanah, bila kita menarik tali gendewa … membidik lalu melepaskan anak panah, sesungguhnya lesatan anak panah itu, dimanapun menancap itu karena kehendak Allah.

Ayat tersebut adalah dekralasi para malaikat setelah menolak bersujud kepada Adam. Namun karena Adam diberi pembelajaran tentang alam semesta oleh Allah, maka ia pun mampu menjawab seluruh pertanyaan Allah tentang alam semesta, dikala Malaikat dan Iblis tak mampu menjawabnya.

Jadi, bila kita membaca buku lalu kita menjadi paham atas bacaan tersebut itu bukan lantaran kita cerdas, tapi lantaran Allah meridhoi kita memahami bacaan tersebut. Bila kita memahami apa yg dibicarakan orang, sungguh bukan karena kita cerdas melainkan karena Allah meridhoi kita paham terhadap apa yg dibicarakannya.

Bila kita baca ayat deklarasi malakiat tersebut dan paham, juga karena Allah meridhoi agar kita paham. Dan orang yang paham deklarasi ini pasti akan tersungkur atau paling tidak menganut ilmu padi dalam keseharian. Pasti, orang tersebut akan sangat menghargai orang yang gagal cerdas. Lantaran semua karena Allah….

Membaca ayat tersebut saya jadi ingat seorang sahabat, betapa cerdasnya ia. Kalau di forum rapat nyaris kalau sudah bicara, apa pun menjadi sangat logis dan semua berterima, namun saat ini sosok yg sangat saya segani dan saya kagumi ini, kecerdasannya lenyap seketika manakala Allah menghendaki. Yang bersangkutan berbicara pun kini tak mampu lagi…. saya doakan, semoga yang bersangkutan segera sembuh dan kecerdasannya kembali seperti sedia kala, amin.

Allah… muhasabah di awal termin ketiga puasa Ramadhan ini begitu indah. Aku tersungkur pada-Mu. Hanya istighfar yang pantas aku lafaskan dalam bilangan tak terhingga pada-Mu atas segala salah dan dosa ku yang dilatarbelakangi oleh kesombongan intelektual.

Loading...