Beranda Hukum Kriminal Delapan Bulan Buron, Penjambret Ini Pulang karena Kangen Istri

Delapan Bulan Buron, Penjambret Ini Pulang karena Kangen Istri

200
BERBAGI
Dimas, tersangka kasus penjambretan dicokok polisi saat pulang ke rumah. Ia pulang karena kangen istrinya.

Zainal Asikin | Terasalampung.com

BANDARLAMPUNG — Karena kangen berat dengan istri tercinta, Dimas (20), pelaku kasus penjambretan yang selama ini menjadi buron Polsek Kedaton, pulang ke rumahnya di Jalan Ki Maja, Bandarlampung,Selasa siang, 24 April 2018. Saat pulang itulah Dimas langsung dicokok polisi.

Dimas berstatus buron dan menjadi target operasi polisi setelah menjambret di depan SPBU Jalan Sultan Agung, Way Halim,Bandarlampung pada 2017 lalu. Saat itu ia beraksi bersama rekannya Digo yang sudah lebih dulu ditangkap dan menjalani hukuman.

Untuk menghindari kejaran polisi, ia pun kabur ke Jakarta.

Dimas mengaku, selama di Jakarta dirinya menggelandang begitu saja. Ia juga  menjadi pengamen jalanan. Karena kondisi itulah, membuat dirinya tidak kuat menjalani kehidupan di Jakarta selama dalam pelariannya sebagai buron.

Terlebih lagi, kata Dimas, bahwa dirinya sangat merindukan sosok istri yang sangat dicintai selama ini dan ditinggalkan lantaran perbuatan yang telah dilakukannya. Karena alasan itulah, Dimas pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.

“Saya pulang ke rumah, selain susah jalani hidup di jakarta saya juga kangen sama istri karena sudah lama gak ketemu,”ucapnya saat di Mapolsekta Kedaton, Jumat 27 April 2018.

Dimas mengakui, ia nekat melakukan penjambretan, karena sejak menikah dua tahun lalu hingga sekarang tidak memiliki pekerjaan tetap dan terdesak kebutuhan hidup. Meski sudah menikah dua tahun lalu, hingga saat ini belum diberikan keturunan.

“Saya terpaksa menjambret. Hasil dari menjambret, untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Istri saya gak tau kalau saya melakukan penjambretan, dan saya benar-benar menyesal,”ungkapnya.

Dikatakannya, ia menjambret mencari sasaran yang tidak jauh dari sekitar rumahnya di Jalan Ki Maja dan Sultan agung, Way Halim, dengan menyasar ponsel yang dibawa anak-anak perempuan. Dimas juga mengaku, kalau ia tidak menggunakan senjata tajam dan secara spontan saja menjambretnya.

Saat beraksi, lanjut Dimas, ia dan temannya Digo pergi mengendarai motor berboncengan, ia berada dibelakang yang merampas barang milik korban dan temannya yang didepan mengendarai motor. Terkadang juga sebaliknya, bahwa temannya yang merampas ponsel korban.

“Kalau beraksinya saat jam siang, saya juga gak pakai pisau atau lainnya saat menjambret,”bebernya.

Akibat perbuatannya, tersangka Dimas dijerat Pasal 365 KUHPidana tentang pencuriaan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 tahun.

Diketahui, pelarian pelaku penjambretan, Dimas (20) yang sudah sejak satu tahun buron dan menjadi target operasi (TO) berakhir dibalik jeruji besi. Petugas Unit Reskrim Polsekta Kedaton, menangkap tersangka di rumahnya di Jalan Ki Maja, Way Halim, Bandarlampung, Selasa 24 April 2018 lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolsekta Kedaton Kompol Bismark mengatakan, tersangka Dimas, merupakan buronan pelaku penjambretan yang kerap beraksi di wilayah Way Halim. Penangkapan tersangka, bermula adanya informasi yang didapat petugas mengenai keberadaan dan kepulangan tersangka ke rumahnya di Jalan Ki Maja, Way Halim, Bandarlampung.

“Dari informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan menunggu tersangka di seputar rumahnya. Saat keluar dari rumahnya dan melintas di Kota Sepang, petugas langsung menangkap tersangka Dimas tanpa perlawanan,”ujarnya.