Beranda Hukum Kriminal Delapan Bulan Buron, Penodong PNS di Jalinbar Tanggamus Dibekuk Polisi

Delapan Bulan Buron, Penodong PNS di Jalinbar Tanggamus Dibekuk Polisi

171
BERBAGI
Tersangka MS (32), buronan kasus penodongan terhadap korban PNS di Jalinbar Tanggamus diamankan di Mapolres Tanggamus

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TANGGAMUS-Tersangka MS (32), warga Pekon Sanggi, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Tanggamus yang selama delapan bulan menjadi buronan kasus penodongan terhadap korban PNS di Jalinbar Tanggamus, dibekuk Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus di Jalan Raya Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Selasa 21 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

“Tersangka MS, buronan kasus penodongan tersebut kami tangkap di Jalan Raya Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Selasa 21 Agustus 2018. Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus, AKP Devi Sujana, Jumat 24 Agustus 2018.

Dari penangkapan tersangka, kata AKP Devi Sujana, disita barang bukti berupa satu unit ponsel merk Evercross. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti yang disita dibawa ke Mapolres Tanggamus guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

AKP Devi Sujana mengungkapkan, tersangka MS merupakan buronan kasus penodongan terhadap korban Daliman (52) seorang PNS bersama istrinya Endang Pelita Ningrum (46), warga Kecamatan Ngambur, Tanggamus, pada Minggu 14 Januari 2018. Aksi penodongan itu, dilakukan tersangka MS bersama dua orang rekannya, Noval (29) dan Muhtar (38) yang sudah ditangkap lebih dulu.

“Para tersangka melakukan aksi penodongan itu di Jalan Raya Lintas barat (Jalinbar) di Pekon Sanggi, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Tanggamus. Dari hasil penodongan itu, MS mengaku mendapat bagian sebesar Rp 1 juta dan ungnya sudah dihabiskan untuk berpoya-poya,”ungkapnya.

Saat melancarkan aksinya, lanjut AKP Devi Sujana, para tersangka menghadang laju kendaraan mobil Suzuki Carry yang dikemudikan korban Daliman dan istrinya menggunakan sepeda motor. Kemudian para pelaku tersebut, turun dari sepeda motornya dan langsung menodong korban serta merampas sejumlah barang berharga milik korban.

“Barang milik korban yang dirampas para pelaku, berupa dompet yang didalamnya berisi uang tunai, kartu ATM berisi saldo dan satu unit ponsel. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 15 juta,”terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka MS harus mendekam di jeruji besi sel tahanan Mapolres Tanggamus dan para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara 9 tahun.