Delapan Hari Dikabarkan Hilang, Enam Nelayan Bandarlampung Ditemukan di Perairan Bengkulu

  • Bagikan
KM Waluyo yang ditumpangi oleh keenam nelayan Pulau Pasaran, Kota Karang, Telukbetung Timur saat ditemukan ditengah laut lepas dan akan ditarik oleh kapal pemancing ikan tuna KM. Setia Abadi asal Jakarta di wilayah perairan Bengkulu Utara (Enggano), pada Senin (17/8/2015) sekitar pukul 15.45 WIB.

Zainal Asikin | Teraslampung.com 

BANDARLAMPUNG – Setelah delapan hari dinyatakan hilang di Perairan Belimbing, Lampung, enam nelayan pembeli ikan dilaut (pelele) asal Pulau Pasaran,  Bandarlampung ditemukan rombongan kapal pemancing ikan tuna KM. Setia Abadi asal Jakarta di wilayah perairan Bengkulu Utara (Enggano), pada Senin (17/8/2015) sekitar pukul 15.45 WIB.

Keenam nelayan tersebut adalah, Suminto (51), Hasan alias Okta (36), Suherman Saputra (28), Rudianto (25) dan Andi Setiawan (26) mereka merupakan warga Pulau Pasaran RT/ 09 RW /10 Lingkungan II Kelurahan Kota Karang, Telukbetung Timur, dan Biding (42) Warga Cungkeng, Telukbetung. Keenam nelayan tersebut sudah pulang ke rumahnya, diantar  petugas kepolisian, Rabu (19/8/2015) sekitar pukul 06.00 WIB.

Direktur Polisi Air Polda Lampung, Kombes Pol Rudi Hermanto didamping Kasat Patroli Polair Polda Lampung, Kompol Gunawan saat ditemui mengatakan, keenam nelayan yang dikabarkan telah hilang selama delapan hari kondisinya selamat.

Menurut Rudi, mereka bukan hilang tenggelam di laut, melainkan hanyut terbawa arus ombak laut dikarenakan mesin perahu motor dengan nama lambung KM Waluyo yang di tumpangi macet atau rusak.

“Mereka dapat di temukan oleh kapal pancing KM. Setia Abadi dengan nakhoda bernama Sugiarto dari ‘Pancing Mania Jakarta’ di perairan Bengkulu Utara (Enggano) di posisi kordinat LS 05.50’985″ dan BT 103.15’178”. Kondisi perairan saat itu, gelombang mencapai 4-5 meter dan kecepatan angin 15 knot, pada Selasa (18/8/2015),”kata Rudi Hermanto, Rabu (19/8).

Rudi Hermanto mengutarakan, nakkoda kapal KM. Setia Abadi, Sugiarto kemudian menghubungi petugas dengan diketemukannya enam nelayan yang terombang-ambing ditengah laut. Selanjutnya, Kapal beserta kelima Abk dan satu nahkoda kapal KM. Waluyo di tarik ke perairan wilayah Lemong Pesisir Barat, Lampung Barat.

Keenam nelayan itu, lanjut Rudi, kondisinya sudah kelelahan karena tidak ada asupan makanan dan minum ketika terombang ambing ditengah laut selama kurang lebih tujuh hari. Sebelum dipulangkan kerumahnya di Pulau Pasaran Telukbetung, petugas dari kepolisian setempat membawa mereka ke Puskesmas Lemong untuk diberikan perawatan terlebih dulu.

“Korban saat ini sudah sampai di rumahnya di Pulau Pasaran sekitar pukul 06.00 WIB dengan dibawa dan dikawal langsung oleh Kapolsek Pesisir Barat, Kasat Polaires Lambar dan komandan kapal polisi 2009 dari Dit Polair Polda Lampung,”jelasnya.

Sementara pemilik KM Waluyo, Hendrik, menuturkan awalnya enam  anak buahnya berangkat dari pulau Pasaran hendak membeli ikan di wilayah perairan pulau Sebesi, Kalianda, Lampung Selatan, pada hari Minggu (9/8/2015) lalu sekitar pukul 17.00 WIB. Saat ia mencoba menghubungi melalui ponselnya, sekitar pukul 22.00 WIB ternyata sudah hilang kontak.

“Saya coba menanyakan tentang mereka, dengan nelayan yang lain yang ada di pulau Pasaran. Namun, dari mereka tidak ada yang mengetahui lima anak buah saya itu. Apalagi bekal makanan yang mereka bawa,  hanya untuk persiapan makan selama 24 jam saja,”tutur Hendrik saat ditemui teraslampung.com di rumahnya, Rabu (19/8) sore.

Dikatakan Hendrik, karena cemas terjadi sesuatu terhadap kelima anak buahnya tersebut. ia kemudian menghubungi keluarga dari kelima anak buahnya itu, karena mereka tidak pulang dan belum ditemukan. Pada Senin (10/8/2015) lalu, ia melaporkan kejadian tersebut ke Polair Polda Lampung. Selain petugas dari Polair, ia bersama para nelayan lainnya berupaya mencari kelima anak buahnya tersebut yang belum juga diketemukan.

“Awalnya saya sudah pasrah mas, saya sudah berusaha mencari bersama petugas selama beberapa hari disetiap perairan. Kemudian pada Senin (17/8/2015), saya mendapat kabar bahwa kelima anak buah saya, dan satu orang yang saat itu ikut menumpang akan pulang kedaerah cungkeng berhasil ditemukan di wilayah perairan Bengkulu. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada petugas Polair, karena telah membantu kami untuk mencari dan berhasil menemukan mereka dengan kondisi selamat,”ungkapnya.

  • Bagikan