Beranda Hukum Kriminal Delapan Penambang Pasir Ilegal di Taman Nasional Way Kambas Ditangkap Polisi

Delapan Penambang Pasir Ilegal di Taman Nasional Way Kambas Ditangkap Polisi

537
BERBAGI
Petugas Tipiter Polres Lampung Timur (Lamtim), mengamankan delapan orang yang kedapetan sedang melakukan penambangan pasir illegal di RPTN Toto Projo SPTN wilayah II Bungur di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur (foto Ist).
Petugas Tipiter Polres Lampung Timur (Lamtim), mengamankan delapan orang yang kedapetan sedang melakukan penambangan pasir illegal di RPTN Toto Projo SPTN wilayah II Bungur di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur (foto Ist).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG TIMUR — Petugas Tipiter Polres Lampung Timur (Lamtim), mengamankan delapan orang yang kedapetan sedang melakukan penambangan pasir illegal di RPTN Toto Projo SPTN wilayah II Bungur di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, pada Rabu (11/10/2012) siang lalu.

Pelaku penambang pasir illegal yang diamankan tersebut masing-masing berinisial SN (64), SH (62), SI (58), SO (58), DG (37) dan SL (32), kedelapan orang tersebut warga Kecamatan Porbolinggo, Lampung Timur.

Kapolres Lampung Timur, AKBP Yudy Chandra Erlianto mengatakan, petugas menangkap delapan pelaku tindak pidana tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan tersebut, saat mereka sedang melakukan penambangan pasir secara illegal di areal Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur.

“Petugas menangkap tangan mereka (pelaku), saat sedang melakukan penggalian pasir illegal di TNWK. Pengungkapan kasus tersebut, berdasar atas informasi dari masyarakat,”ujarnya, Jumat (13/10/2017).

Dari penangkapan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa alat yang digunakan para pelaku untuk melakukan penggalian pasir illegal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku, kata mantan Kapolres Way Kanan tersebut, mereka mengaku sudah sering melakukan penambangan pasir illegal tersebut menggunakan alat sedot (Alkon). Mereka melakukan penambangan pasir illegal di areal TNWK tersebut, atas perintah bosnya dengan imbalan uang sebesar Rp 30 ribu setiap kubiknya.

“Pelaku dan barang bukti, diamankan di Mapolres Lampung Timur guna proses penyidikan lebih lanjut. Terkait siapa orang yang menyuruh mereka (pelaku), saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap orang (bos) tersebut,”jelasnya.