Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Delapan Warga Bukit Kemuning Akhirnya Sepakat PLN Bangun Menara Transmisi Listrik

Delapan Warga Bukit Kemuning Akhirnya Sepakat PLN Bangun Menara Transmisi Listrik

426
BERBAGI
Rapat Dengar Pendapat antara DPRD bersama PT PLN dengan perwakilan PT PLN dan delapan warga yang menolak besaran ganti rugi.
Rapat Dengar Pendapat antara DPRD bersama PT PLN dengan perwakilan PT PLN dan delapan warga yang menolak besaran ganti rugi.

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Delapan warga Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara akhirnya mencapai kesepakatan sementara dengan PT PLN terkait besaran ganti rugi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jaringan transmisi listrik di daerah mereka.

Kesepakatan ini didapat usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh pihak Komisi I DPRD bersama perwakil PT PLN dan delapan warga yang bersengketa, di ruang rapat DPRD, Senin (7/12). Kendati demikian, kesepakatan ini hanya untuk pembangunan menara jaringan transmisi listrik dan belum mencakup ganti rugi tanam tumbuh warga yang akan dilintasi jaringan listrik .

“Hari ini, kita sudah sepakat bahwa besaran ganti rugi lahan untuk pembangunan menara listrik Rp115 juta. Tapi, kesepakatan ini harus dilaporkan dulu oleh perwakilan PLN kepada pimpinan mereka,” terang Ketua Komisi I, Guntur Laksana usai rapat, Senin (7/12).

Sementara ganti rugi untuk tanam tumbuh milik delapan warga tersebut, menurut Guntur akan dibahas dalam kesempatan lain. Sebab, RDP kali ini hanya difokuskan untuk menyelesaikan persoalan ganti rugi untuk pembangunan menara jaringan transmisi listrik yang sudah berlangsung sejak tahun 2011 silam.

BACA: Ganti Rugi Tanah tidak Sesuai, Warga Bukit Kemuning Tolak Pembangunan Transmisi Listrik

“Ganti rugi tanam tumbuh akan kita bahas dalam kesempatan lain. Intinya, kita fokuskan pada satu masalah ini dulu biar cepat selesai,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Welson, Supervisor bagian pertanahan PT PLN Sumatera Selatan mengatakan, pihaknya akan melaporkan terlebih dulu kesepakatan ini kepada pimpinannya baik di daerah maupun di pusat. “Kami ingin win – win solution (menguntungkan kedua belah pihak,red) dalam persoalan ini supaya cepat selesai,” kata dia.

Welson menuturkan, pihaknya akan segera mengabarkan pihak DPRD apabila kesepakatan harga yang dicapai dalam RDP telah disetujui oleh pimpinannya. “Secepatnya, akan kami kabarkan melalui DPRD,” terangnya sembari berlalu menuju kendaraannya.


BACA: Inilah Dua Rahasia PLN Lampung Mengalami Krisis Daya Listrik

Sementara, Nur Muhammad, salah satu warga yang sebelumnya menolak ganti rugi lahan yang ditawarkan PT. PLN menyambut baik kesepakatan yang telah dicapai. Karena kesepakatan ini merujuk pada harga ganti rugi lahan tertinggi yang diberikan PLN kepada salah satu rekannya, Runai.

“Awalnya, kami menuntut ganti rugi sebesar Rp1 juta/meter. Tapi, kami sangat menyambut baik keputusan ini karena merujuk harga ganti rugi tertinggi,” tegas warga RT I/LK I, Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning itu.

Loading...