Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Demi Pecahkan Rekor MURI, Peserta “Nyubuk Majew” Harus Latihan di Tengah Hujan

Demi Pecahkan Rekor MURI, Peserta “Nyubuk Majew” Harus Latihan di Tengah Hujan

189
BERBAGI

‎Feaby/Teraslampung.com

Petugas Satpol PP menjaga para peserta yang sedang latihan terakhir Nyubuk Majew di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, Kotabumi.Kamis (11/6/2015). 

Kotabumi–‎Hujan deras yang mengguyur wilayah Kotabumi, Lampung Utara, Kamis (11/6), membuat para peserta yang sedang melakukan gladi bersih kegiatan Nyubuk Majew di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara (ARPN), tepatnya di eks kompleks makam pahlawan berhamburan mencari tempat berteduh.

Kegiatan Nyubuk Majew yang menjadi rangkaian kegiatan peringatan HUT Lampung Utara (Lampura) ke-69 tersebut sengaja digelar untuk memecahkan rekor MURI.

Pantauan Teraslampung.com di lokasi acara sekitar pukul 13:45 WIB, meski hujan rintik – rintik masih berlangsung, panitia tetap memaksakan para peserta kegiatan untuk memulai kegiatan. 

“Mohon Pol-PP segera mengajak peserta karena acara segera dimulai,” kata panitia melalui pengeras suara.

Para remaja pesesta Nyubuk Majew di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara Kotabumi harus berlatih di bawah guyuran rintik hujan.

Imbauan panitia ini sontak disambut dengan celetukan para peserta. “Hujan Pak..hujan,” celetuk peserta.

Meski para peserta mengeluh  karena hujan belum reda, baik panitia maupun Polisi Pamong Praja tetap menginstrusikan peserta untuk memenuhi jalanan demi ambisi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporbudpar) yang ingin memecahkan rekor MURI dengan 1.000 peserta Nyubuk Majew.
Dalam budaya Lampung, Nyubuk Majew merupakan proses pihak keluarga calon pengantin pria akan meneliti atau menilai calon istri anaknya. Yang dinilai adalah dari segi fisik dann perilaku sang gadis.

Loading...