Demo 212, 1.064 Anggota GNPF MUI Lampung ke Jakarta Lewat Dua Pelabuhan

  • Bagikan
Para anggota ormas islam GNPF MUI Lampung memasuki Pelabuhan Panjang untuk berangkat ke Jakarta, Kamis (1/12/2016). Pada Jumat (2/12/2016) mereka akan bergabung dengan ormas Islam lain di Jakarta untuk memantau proses hukum Ahok dengan 'goal' calon petahana Pilgub DKI Jakarta itu ditahan karena mereka nilai telah menistakan agama Islam.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Sebanyak 1.064 massa dari ormas islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Lampung, berangkat melakukan aksi damai 212 Jilid III di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (1/12/2016) siang.

Mereka berangkat ke Jakarta melalui Pelabuhan Bakauheni (Lampung Selatan) menuju Merak (Banten) dan Pelabuhan Panjang (Bandarlampung) menuju Tanjungpriok (Jakarta Utara).

Kepala KSKP Pelabuhan Panjang, Iptu Ferdiansyah,  mengatakan ada sekitar 1.064 orang dari ormas islam yang tergabung GNPF MUI Lampung tersebut, bertolak dari Museum Lampung menggunakan 57 kendaraan angkutan kota (angkot), bus angkutan umum, Bus Rapid Transit (BRT) Bandarlampung dan Travel menuju ke Pelabuhan Panjang.

“Mereka akan berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi damai tersebut menggunakan jalur tol laut di Pelabuhan Panjang,”ujar Ferdiansyah kepada teraslampung.com, Kamis (1/12/2016).

Selanjutnya, sekitar pukul 11.25 WIB, sebanyak 419 orang yang terdiri dari 364 laki-laki dan 55 wanita massa GNPF MUI Lampung berangkat menggunakan jalur tol laut Pelabuhan Panjang menggunakan KM Mutiara Timur I dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarata.

“Karena jadwal kapal yang akan berangkat melalui jalur tol laut menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok belum bisa dipastikan, 650 orang lagi dari mereka melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan,”ungkapnya.

Mantan Kanit Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung ini mengutarakan, selama dalam perjalan pihaknya melakukan pengawalan hingga mereka sampai di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Sekitar pukul 17.00 WIB, 650 orang tersebut berangkat melakukan penyeberangan menuju ke Pelabuhan Merak, Banten.

Dikatakannya, sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap mereka, mencegah adanya senjata tajam atau barang berbahaya lainnya yang masuk secara ilegal bersama rombongan mereka yang akan menggelar aksi damai dengan berdzikir dan doa bersama di Lapangan Monas, Jakarta.

“Pemeriksaan sudah dilakukan, mulai mereka tiba di Pelabuhan Panjang hingga mereka berangkat menuju ke Pelabuhan Bakauheni dengan tujuan Jakarta. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang-barang berbahaya dan mencurigakan,”terangnya.

  • Bagikan