Beranda News Nasional Demo di Kendari: Mahasiswa Tewas, Dokter Pastikan karena Tembakan di Dada

Demo di Kendari: Mahasiswa Tewas, Dokter Pastikan karena Tembakan di Dada

4354
BERBAGI
Mahasiswa yang menjadi korban kekerasan pada demo di Kantor DPRD Sultra dibawa ke rumah sakit (Foto: kendaripost.co.id)
Mahasiswa yang menjadi korban kekerasan pada demo di Kantor DPRD Sultra dibawa ke rumah sakit (Foto: kendaripost.co.id)

TERASLAMPUNG.COM — Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Randi (21 tahun), diduga tewas terkena tembakan peluru tajam di dada kanannya.

Yudi Ashari, dokter di RSUD dr. Ismoyo (Korem), menyatakan luka yang dialami mahasiswa semester 7 asal Raha tersebut karena tembakan.

“Tapi saya tidak tahu ini karena peluru tajam atau peluru karet,  sehingga dibutuhkan pemeriksaan lenih lanjut,” katanya kepada Tempo di RSUD Korem sore ini, Kamis, 26 September 2019.

Mahasiswa itu masuk RSUD Korem sekitar pukul 15.30 WITA dan dinyatakan meninggal 15.44 WITA. Sedangkan otopsi jenazah Randi dilakukan di RSUD Abunawas, Kota Kendari.

Menurut Yudi, Randi dibawa ke rumah sakit oleh rekan-rekannya dan tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi buruk. Terdapat luka menganga sekitar 5 sentimeter dan sedalam 10 sentimeter di dada kanan.

Tim melakukan penanganan sebanyak 5 siklus, namun kondisi Randi tidak membaik. Darah mengucur deras dari luka korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Yudi, luka menganga itu membuat udara yang menekan organ dalam, seperti pernafasan dan sebagainya.

“Kan, dari lubang itu masuk udara, tidak bisa keluar dan menekan organ lain di dalam. Nama medisnya, nematorak.”

Kepala Bidang Humas Polda Sultra AKBP Hary Goldenhardt mengatakan jasad Randi dibawa ke RSUD Abunawaabu untuk diotopsi. Pemeriksaan ditangani tim dokter yang berisi dokter Abunawas, RS Bhayangkara, RSUD Korem.

Tempo.co

Loading...