Demo Menolak Hasil Penerimaan Anggota Satpol PP Lamsel Berakhir Ricuh

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Para pengunjuk rasa terlibat aksi saling dorong dengan anggota Satpol PP di depan Kantor Satpol PP Lampung Selaran, Selasa (13/1). Foto: Teraslampung/Iwan Sastra 

KALIANDA – Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Lampung Selatan (HIMALS), melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Satpol PP Lampung Selatan, di Lingkungan perkantoran Pemkab Lamsel, Selasa (13/1).

Pantauan Teraslampung.com, sebelum ber-unjukrasa di depan Kantor Satpol PP, puluhan mahasiswa tersebut menggelar orasi di sekitar Tugu Adipura di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam (ZAP) Kalianda dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Ulang Rekrutmen anggota Satpol PP Lamsel tahun 2014 Karena terindikasi Suap-Menyuap”.

Salah seorang pendemo dalam orasinya mengungkapkan, perekrutan anggota Sat Pol PP tahun 2014 dinilai cacat hukum, karena‎ terindikasi adanya praktek suap-menyuap yang dilakukan oleh oknum Satpol PP dan Pemkab Lampung Selatan.

“Usut tuntas kasus ini dan penjarakan oknum yang menerima suap dalam perekrutan anggota Satpol PP Lamsel Tahun 2014,” pekik pendemo dalam orasinya.

Dikatakan pendemo lagi, bahwa Pemkab Lamsel dan oknum Satpol PP dinilai hanya mementingkan diri sendiri dalam melakukan penerimaan anggota Satpol PP.

“Untuk itu, kami meminta agar dilakukan ulang perekrutan anggota Satpol PP Lamsel ini. Karena, dalam perekrutan kemarin sudah melanggar ketentuan. Betapa tidak, diketahui untuk menjadi pegawai Satpol PP Lamsel, pendaftar diharuskan membayar sejumlah uang yang nominalnya mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta,” bebernya.

Usai menggelar orasi di bundaran Tugu Adipura, para pendemo langsung bergerak menuju Kantor Satpol PP untuk
menyampaikan aspirasi dan temuan yang didapat. 

Setelah beberapa menit berorasi di depan Kantor Satpol PP, akhirnya Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Lamsel Suryadi menemui para pendemo dan mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan rekrutmen anggota Satpol PP tahun 2014 sudah sesuai aturan dan mekanisme yang ada.

“Penerimaan anggota Satpol PP sudah  sesuai prosedur, dan tidak ada praktek suap-menyuap,” jelasnya.

Suryadi menegaskan, Ia siap mengundurkan diri dari jabatanya sebagai Kasat Pol PP jika benar-benar terbukti adanya praktek suap dalam penerimaan anggota Satpol PP tahun 2014 lalu. 

“Saya siap mundur jika semua yang dituduhkan itu terbukti,” tegasnya.

Merasa tidak puas dengan jawaban Kasat Pol PP,  para pendemo akhirnya mencoba  masuk ke Kantor Satpol PP Lamsel, untuk mengukur langsung tinggi badan para anggota Satpol PP yang baru diterima.

Karena tidak diperbolehkan masuk oleh anggota Satpol PP yang berjaga di halaman kantor, akhirnya terjadilah aksi dorong mendorong antara mahasiswa pendemo dengan anggota Satpol PP.

Hasilnya pecahlah amarah salah satu pendemo, dengan merasa kesal dilemparilah anggota Satpol PP yang menghalangi para pedemo dengan menggunakan buah tomat. Bentrok antara pendemo dan anggota Satpol PP pun tak bisa terelakkan, dan terjadilah aksi pukul memukul.

Akibat peristiwa tersebut, diketahui terdapat salah satu anggota Polisi yang turut mengamankan terkena pukulan. Akhirnya, barisan pendemo langsung membubarkan diri.

  • Bagikan