Beranda Hukum Densus 88 Mabes Polri Gerebek Rumah Terduga Teroris Edi Santoso di Bandarlampung

Densus 88 Mabes Polri Gerebek Rumah Terduga Teroris Edi Santoso di Bandarlampung

526
BERBAGI
Suasana du luar rumah Edi Sanroso di Jalan Selat Malaka 5, RT 08 Kampung Teluk Jaya, Kelurahan Panjang Selatan, Selasa malam. (2/2/2016). Polisi hingga Selasa malam masih menggeledeh rumah tersebut.

Zaianal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menggerebek rumah terduga teroris bernama Edi Santoso alias Sukri (40) di Jalan Selat Malaka 5, RT 08 Kampung Teluk Jaya, Kelurahan Panjang Selatan, Selasa (2/2/2016) sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut keterangan warga setempat bernama Lasmi Sri Wahyuni (40),  awalnya ia melihat ada petugas PLN mendatangi rumahnya Bu Anwar. Bu Anwar adalah ibu kandungb Edi Santoso.

Tak lama kemudian petugas itu menanyakan kepada dirinya, orang bernama Sukri. Setelah petugas itu menunjukkan photo yang dimaksud Sukri, ternyata bukan Sukri melainkan Edi Santoso.

“Begitu petugas itu masuk kerumah Ibu Anwar, taklama kemudian keluar membawa Edi dengan tangan diborgol. Ternyata petugas PLN itu adalaha Densus 88 yang menyamar,” kata Lasmi  kepada Teraslampung.com, Selasa malam.

Dikatakannya, Edi ditangkap sekitar pukul 16.30 WIB. Densus 88 Mabes Polri yang menangkap Edi, menyamar sebagai petugas PLN dan datangnya juga pakai mobil PLN. Kalau yang tinggal dirumah itu, ibunya Edi namanya Ibu Anwar (80) terus anaknya bernama Kartini sama suaminya Azis PNS di Depag Mesuji.

“Saya lihat polisi yang nangkap Edi itu, datangnya juga nyamar pakai mobil PLN dan pakai baju seragam PLN. Selanjutnya, saya gak tau mas Edi itu di bawa kemana sama Densus bersenjata lengkap itu,”terangnya.

Menurutnya, ia tidak mengetahui persis mengenai pekerjaan Edi selama ini. Karena Edi ini orangnya tertutup, dan jarang pernah mengobrol dengan tetangga juga.

“Saya lihat Edi ini ada dirumah orang tuanya itu sekitar dua hari lalu mas,”ungkapnya.

Sementara menurut keterangan Yanto (46) mengatakan, bahwa sepengetahuan dirinya bahwa Edi Susanto bekerja di Kalimantan dan jarang ada di rumah. Sebelum Edi ditangkap, kata Yanto, memang sudah lama di intai dengan dua anggota intel dari Mabes sekitar dua tiga bulan lalu.

“Memang Edi ini sebenarnya sudah lama mas diincar, orang Intel Mabes itu sudah tiga bulan memang tinggal di daerah tidak jauh dari tempat tinggal Edi. Katanya sih, Edi ini orangnya licin sudah beberapa kali mau ditangkap selalu lolos,”kata Yanto.

Dikatakannya, sepengetahuan dirinya bahwa Edi ini tadinya kuliah di jogja, setelah itu ia bekerja di Kalimantan dan jarang ada di rumah.

Pantauan Teraslampung.com,  pada Selasa (2/2/2016) malam tim Densus 88 Mabes Polri bersama Resmob Polda Lampung bersenjata lengkap masih berada di lokasi penggerebakan, Mereka masih melakukan penggeledahan.

Tidak hanya anggota kepolisian,  puluhan warga terlihat memenuhi lokasi penggrebekan terduga teroris yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri itu.