Densus 88 Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap di Lampung Pelatih Militan Teroris

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad

Zainal | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG—Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, telah menangkap delapan terduga pelaku teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di beberapa lokasi berbeda di Provinsi Lampung. Beberapa diantaranya adalah pengurus Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) Lampung.

Terakhir, terduga pelaku teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri adalah Pur (40), seorang mekanik bengkel mobil. Pur ditangkap di rumahnya di Jalan Pulau Nias, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandarlampung, pada Senin (8/11/2021) sore lalu sekitar pukul 16.45 WIB.

Kabid Humas Polda lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, penangkapan terduga pelaku teroris Pur tersebut, adalah hasil pengembangan yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror dari para terduga pelaku teroris yang telah ditangkap sebelumnya di sejumlah wilayah di Lampung beberapa hari lalu.

“Keterlibatan terduga pelaku teroris berinisial Pur yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror ini, yakni dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI) wilayah Lampung,”kata Pandra, Rabu (10/11/2021).

Terduga pelaku teroris Pur tersebut, kata Pandra, bekerja sebagai montir di salah satu bengkel mobil yang ada di Kota Bandarlampung. Selain itu, Pur ini merupakan sebagai Ketua Iqtishod Korwil Lampung dan sekaligus sebagai penanggung jawab wilayah kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di wilayah Kabupaten Pesawaran, Pringsewu dan Kota Bandarlampung.

“Pur mengetahui mengenai aliran dana JI, dan dia (Pur) ini juga sebagai pelatih militan-militan yang akan diberangkatkan ke negara luar yang berafiliasi dengan terorisme dan radikalisme seperti Syiria, Irak dan Afganistan,”ungkapnya.

Pandra menuturkan, penangkapan yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror, tetap mengedepankan fight the crime and love humanity. Artinya, yang diperangi itu adalah kejahatannya, akan tetapi tetap dengan rasa cinta terhadap hak asasi manusia (HAM). Hal itu ditunjukkan dengan penangkapan terduga pelaku teroris Pur yang kooperatif, dan mau memberikan keterangan yang nantinya akan didalami tim penyidik Densus 88 Antiteror.

“Terduga pelaku teroris Pur, dilakukan pemeriksaan sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU No. 15 Tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,”terangnya.

Pandra menyatakan, dengan ditangkapnya terduga pelaku teroris Pur, hingga hari ini total ada delapan orang terduga pelaku teroris terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di wilayah Lampung. Beberapa diantaranya adalah pengurus Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) Lampung.

“Sesuai instruksi Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugianto, kami melakukan upaya untuk menangkal terorisme dan radikalisme. Dalam mengemban fungsi dan tugas kepolisian, diutamakan upaya preventif, preemtif dan refresif,”tandasnya.

Diketahui, penangkapan para terduga pelaku teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dilakukan Tim Densus 88 Antitero Polri di Provinsi Lampung sejak Minggu 31 Oktober hingga 8 November 2021.

Tim Densus 88 Antiteror Polri pertama menangkap terduga teroris berinisial SW (47) saat sedang berada di depan rumahnya di Dusun Karanganyar, Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (5/11/2021) pagi sekitar pukul 07.40 WIB.

Terduga teroris kedua yang ditangkap berinisial FR (37). Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap FR di rumahnya di Desa Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Jumat (5/11/2021) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kemudian terduga teroris ketiga yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri berinisial AA (42). Pelaku AA ditangkap tidak jauh dari rumahnya di Desa Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, pada Jumat (5/11/2021). Sekitar pukul 08.00 WIB.

Terduga teroris keempat yang ditangkap berinisial NS (42). Pelaku AA ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri saat berada di Jalan Raya Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (5/11/2021) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Penangkapan terduga pelaku teroris berikutnya adalah berinisial Pur (40) yang merupakan seorang mekanik bengkel mobil. Terduga pelaku teroris Pur tersebut, ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di rumahnya di Jalan Pulau Nias, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandarlampung, pada Senin (8/11/2021) sore lalu sekitar pukul 16.45 WIB.

Penangkapan lima terduga teroris anggota Jamaah Islamiyah (JI) wilayah Lampung berinisial SW (47), FR (37), AA (42), NS (42) dan Pur (40) tersebut, hasil pengembangan dari penangkapan tiga terduga pelaku teroris sebelumnya yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror pada 31 Oktober sampai 2 November 2021.

Ketiga terduga pelaku yang ditangkap itu adalah SU (61) diamankan di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, DRS (47) diamankan di Pringsewu dan SK (59) diamankan di Bantaranila, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Ketiganya, berkaitan penggalangan dana aksi terorisme menggunakan kotak amal melalui Yayasan Ishlahul Umat Lampung atau Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

  • Bagikan