Beranda Ruwa Jurai Tulangbawang Barat Dewan Kesenian Tulangbawang Barat Gelar Workshop Sastra dan Senirupa

Dewan Kesenian Tulangbawang Barat Gelar Workshop Sastra dan Senirupa

119
BERBAGI
Ketua Dewan Kesenian Tulangbawang Barat, Fauzi Hasan

TERASLAMPUNG.COM — Dewan Kesenian Tulangbawang Barat (DK Tubaba) menghelat workshop sastra dan senirupa di Kompeks Islamic Center, Tubaba, Sabtu (18/8) mendatang.

Ketua Umum DK Tubaba sekaligus Wakil Bupati Fauzi Hasan menjelaskan, pihaknya telah mengundang sastrawan Isbedy Stiawan ZS dan Fajar Mesaz untuk memberi workshop sastra. Sementara workshop senirupa menghadirkan para perupa, seperti David, Yulius Bernardi, Helmy Azehari, dan Ayu Sasmita.

Kedua sastrawan kebanggaan Provinsi Lampung ini diundang DK Tubaba dibenarkan Isbdy.

Dirinya dan novelis pemenang kedua penulisan cerpen Krakatau Award asal Mesuji, Fajar Mesaz, akan mengisi workshop di Tubaba.

“Ya benar. Ketua Umum DK Tubaba yang juga Wakil Bupati Tubaba pak Fauzi Hasan sudah menghubungi kami,” ujar Isbedy, Kamis (9/8) petang.

Kedua sastrawan ini akan membagi tugas: Paus Sastra Lampung memberi workshop penulis puisi. Sementara ‘Mutiara Mesuji’ akan fokus pada penulisan cerita pendek/novel.

Ditambahkan Isbedy, pelatihan menulis sastra akan dimulai dari cara mendapat ide/gagasan, mengolah ide jadi tulisan, memilih kata (diksi) untuk memperkuat bangunan karya sastra, metafora, dan sebagainya.

Ketua Umum DK Tubaba Fauzi Hasan didampingi Ketua Harian Ansyori Aan mengatakan, pelatian menulis sastra ini diakui karena kabupaten ini sesungguhnya memiliki banyak potensi dalam bersastra.

“Hanya yang masih kurang, menurut saya, ialah minimnya bersentuhan dengan para senior yang ada di Bandarlampung,” jelas Fauzi Hasan dihubungi terpisah, Kamis (9/8/2018).

Dikatakan Fauzi, untuk membangun seni yang lebih menggeliat di Tubaba, selain perlu kontinuias gelar seni dan pameran senirupa, juga workshop penulisan karya sastra.

“Para seniman di Tubaba harus diberi ruang kreativitas dan diberi pelatihan-pelatihan,” katanya.

Ansyori Aan menambahkan, selain worksop penulisan sastra, DK Tubaba juga akan mengadakan workshop bagi seniman lukis. Mereka telah mengundang para perupa dari Bandarlampung, seperti David (perupa/kurator), Helmy Azehari, Yulius Bernardi, Ayu Sasmita.

Workhsop senirupa juga akan dilansung di Kompleks Dunia Akhirat–Islamic Center Gedung Sesat–Panaragan, Tubaba, Sabtu (18/8) pagi hingga selesai.

Sebelum workshop, masih kata Ansyori, pada Jumat (17/8), Fajar Mesaz dan Isbedy Stiawan akan tampil membaca puisi dan cerpen di acara Purnama di Tugu Rato, Tubaba.

Fajar akan membacakan cerpen yang mememenanglan Krakatau Award 2018 berjudul “Nedes”.

“Saya sudah siapkan cerpen ‘Nedes’ karena berlatar seting di Pagardewa, Tubaba,” kata Fajar yang dijuluki Wagub Lampung Bachtiar sebagai “Mutiara Mesuji” itu.

Menurut Fajar, tampil baca cerpen di Tugu Rato adalah kali kedua setelah Aruh Sastra Kalimantan Selatan di Kandangan pada 2017.

Sementara Isbedy akan membacakan puisi-puisi (bertema) Agustus-an dan sejumlah puisi terbarunya.

Selain itu, penyair generasi baru, Muhammad Alfariezie, akan meramaikan gelar seni malam purnama di Tugu Rato itu dengan membacakan puisinya. Kemudia para seniman Tubaba yang sudah disiapkan DK Tubaba.*