Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Dewan Minta Bupati Evaluasi Kebijakan Dinas Pendidikan Terkait Proyek dengan DAK

Dewan Minta Bupati Evaluasi Kebijakan Dinas Pendidikan Terkait Proyek dengan DAK

193
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com 

M> Yusrizal (dok) 

KOTABUMI–Kalangan DPRD Lampung Utara (Lampura) meminta Bupati Agung Ilmu mengevaluasi kinerja sejumlah pejabat  Dinas Pendidikan Lampung Utara terkait kebijakan yang diterapkan dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014.

“Evaluasi terhadap para pejabat Disdik itu sangat penting agar peristiwa ‘memalukan’ atau penerapan kebijakan yang diduga ‘pilih kasih’ dan sangat merugikan para generasi muda yang notabene merupakan generasi penerus bangsa tidak terus terulang di kemudian hari,” tegas Wakil Ketua II DPRD, M. Yusrizal, di gedung DPRD, Senin (26/1).

Menurut Yusrizal, akibat kebijakan yang boleh dikatakan ‘pilih kasih’ itu, kenyamanan para siswa dalam menuntut ilmu menjadi terganggu lantaran kondisi bangunan sekolahnya rusak. Bahkan, tak hanya itu, keselamatan para siswa juga menjadi terancam seperti yang terjadi di SDN 3 Abung Jayo, Abung Selatan, Lampung Utara.

 “Jangan main – main dengan masa depan anak bangsa,” tandasnya.

Masih menurut bang Izal, seyogianya peristiwa ‘memalukan’ yang dialami oleh para siswa SDN 3 Abung Jayo yang belajar di luar ruang kelas tak perlu terjadi bilamana Disdik lebih memprioritaskan sekolah – sekolah yang rusak parah sebagai penerima bantuan DAK dan meninggalkan sekolah yang masih cukup layak. Sayangnya, kenyataannya di lapangan berbeda.

Disdik lebih suka meyalurkan bantuan kepada sekolah lain yang dinilai masih cukup layak bangunannya. Parahnya lagi, tujuh  di antara sekolah penerima DAK tahun 2014 ternyata telah mendapat bantuan DAK setahun sebelumnya atau dua tahun berturut – turut.

“Disdik harus bertanggung jawab kenapa mereka malah suka memilih sekolah yang masih cukup layak dan pernah dapat bantuan DAK setahun sebelumnya ketimbang sekolah – sekolah yang benar – benar butuh!!,” tandas dia.

Yusrizal berjanji tak akan tinggal diam terkait perkara ini. Oleh karenanya, pihaknya bakal segera memanggil Disdik terkait kebijakan yang mereka ambil dalam penentuan sekolah penerima DAK tahun 2014.

“Kami akan segera  panggil mereka (Disdik),” katanya dengan lantang.

Hal serupa juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV, Joni Bedyal. Joni mengecam keras kebijakan ‘pilih kasih’ yang diambil Disdik yang harus dibayar mahal oleh para siswa karena terganggu kenyamanan dan terancam keselamatannya akibat bangunannya rusak dan terancam roboh.

“Kami sangat mengecam kebijakan itu. Sebab, hal itu  menyangkut masa depan generasi muda,” tukas dia.